32 Menit dari Satar Kampas ke Labuan Bajo, Basarnas Percepat Evakuasi Korban Gempa
BORONG, iNewsSumba.id — Basarnas mempercepat evakuasi tiga korban gempa bumi bermagnitudo 7,7 dari Kabupaten Manggarai Timur menuju Labuan Bajo menggunakan helikopter, Selasa (18/8/2026).
Keputusan menggunakan helikopter diambil setelah Tim SAR Gabungan menerima informasi bahwa ketiga korban mengalami fraktur dan dislokasi tulang sehingga membutuhkan penanganan medis lebih lanjut.
Helikopter Dauphin AS 365 N3+ HR-3604 yang disiagakan di Bandara Komodo, Labuan Bajo, diterbangkan menuju Posko Utama Satar Kampas untuk mengevakuasi ketiga korban.
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii bersama Potensi SAR turut terlibat dalam proses evakuasi. Langkah ini menjadi bagian dari respons cepat terhadap korban gempa yang membutuhkan pelayanan kesehatan.
Helikopter tiba di Posko Utama Satar Kampas pada pukul 10.28 WITA. Setelah proses evakuasi dilakukan, helikopter kembali membawa tiga korban menuju Labuan Bajo.
Selang sekitar 32 menit kemudian, helikopter Dauphin Basarnas mendarat dengan selamat di Bandara Komodo pada pukul 11.00 WITA.
“Helikopter Dauphin Basarnas tiba di Posko Utama Satar Kampas pukul 10.28 WITA dan kemudian membawa ketiga korban menuju Labuan Bajo. Helikopter mendarat dengan selamat di Bandara Komodo pada pukul 11.00 WITA,” terang Mohammad Syafii.
Ketiga korban yang dievakuasi diketahui mengalami patah tulang dan dislokasi akibat gempa. Salah satu korban merupakan anak perempuan berusia lima tahun.
“Tim SAR Gabungan langsung mengevakuasi tiga korban, salah satunya seorang anak perempuan berusia 5 tahun. Ketiganya mengalami fraktur dan dislokasi tulang,” ujarnya.
Setelah tiba di Bandara Komodo, seluruh korban langsung dibawa ke rumah sakit. Dokter dan tim medis turut mendampingi proses tersebut agar korban segera mendapatkan penanganan sesuai kondisi masing-masing.
Ketiga korban berasal dari Desa Haju Wangi dan Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur.
Kabasarnas Mohammad Syafii menegaskan pentingnya kesiapsiagaan seluruh unsur SAR dalam menghadapi kebutuhan evakuasi pascagempa. “Mari kita pastikan Basarnas bersama Potensi SAR selalu hadir untuk masyarakat terdampak, khususnya di wilayah Manggarai Timur, Manggarai, dan Nagekeo,” tegasnya.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu