Harta Kekayaan Kepala BGN Sudaryono Tembus Rp31,3 Miliar, Ini Rincian Aset dan Utangnya
Sementara itu, dana kas dan setara kas yang dimiliki Sudaryono tercatat mencapai Rp13.345.770.717 atau sekitar Rp13,3 miliar. Nilai tersebut mencerminkan likuiditas keuangan yang cukup besar dibandingkan sejumlah pejabat negara lainnya.
Meski demikian, total kekayaan yang dilaporkan tidak terlepas dari kewajiban finansial. Dalam dokumen LHKPN, Sudaryono juga mencantumkan utang sebesar Rp60.365.275.789 atau sekitar Rp60,3 miliar yang mengurangi nilai total asetnya.
Setelah dikurangi seluruh kewajiban tersebut, jumlah kekayaan bersih Sudaryono tercatat sebesar Rp31.394.894.928. Angka inilah yang menjadi total harta kekayaan resmi Kepala BGN sebagaimana tercantum dalam laporan kepada penyelenggara negara.
Pelaporan harta kekayaan melalui LHKPN merupakan salah satu instrumen transparansi yang wajib dipenuhi pejabat negara. Publik dapat mengetahui komposisi aset, kewajiban, hingga nilai kekayaan bersih setiap penyelenggara negara sebagai bagian dari upaya mendorong akuntabilitas dan tata kelola pemerintahan yang baik.
Dengan posisi barunya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional, Sudaryono kini menghadapi tantangan besar untuk memastikan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis berjalan efektif, transparan, dan tepat sasaran. Selain menjadi sorotan karena program strategis yang dipimpinnya, profil kekayaan yang dilaporkan melalui LHKPN juga menjadi bagian dari keterbukaan informasi kepada masyarakat.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu