get app
inews
Aa Text
Read Next : Presiden Belum Putuskan Pengganti Kepala BGN, Nama Sudaryono Mencuat Usai Nanik S Deyang Mundur

Harta Kekayaan Kepala BGN Sudaryono Tembus Rp31,3 Miliar, Ini Rincian Aset dan Utangnya

Rabu, 22 Juli 2026 | 17:58 WIB
header img
Nanik S Deyang mundur, Sudaryono resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala BGN (Foto Kolase : istimewa)

JAKARTA, iNewsSumba.id – Harta kekayaan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, Sudaryono, menjadi perhatian publik usai dirinya resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7/2026). Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), total kekayaan bersih Sudaryono mencapai Rp31.394.894.928 atau sekitar Rp31,3 miliar.

Pelantikan Sudaryono dilakukan setelah Kepala BGN sebelumnya, Nanik S. Deyang, mengundurkan diri karena alasan kesehatan. Pergantian kepemimpinan tersebut sekaligus menempatkan Sudaryono sebagai sosok yang bertanggung jawab mengawal pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program prioritas pemerintah.

Data LHKPN menunjukkan, aset terbesar yang dimiliki Sudaryono berasal dari sektor properti. Dia tercatat memiliki 21 bidang tanah yang tersebar di sejumlah daerah, yakni Bogor, Tangerang Selatan, Depok, Semarang, Sukoharjo, Jepara, Klaten, hingga Jakarta Selatan.

Seluruh aset tanah dan bangunan tersebut memiliki nilai mencapai Rp69.694.000.000 atau sekitar Rp69,6 miliar. Nilai itu menjadi komponen terbesar dalam struktur kekayaan mantan asisten pribadi Presiden Prabowo Subianto tersebut.

Selain properti, Sudaryono juga melaporkan kepemilikan sejumlah kendaraan. Koleksinya meliputi Toyota Fortuner tahun 2014 senilai Rp250 juta, Toyota Innova tahun 2018 senilai Rp150 juta, Toyota Fortuner tahun 2022 senilai Rp350 juta, satu unit sepeda motor tahun 2022 senilai Rp13,9 juta, serta Toyota Innova tahun 2023 dengan nilai Rp311 juta.

Tak hanya aset fisik, Sudaryono juga memiliki surat berharga dengan nilai mencapai Rp7.645.500.000 atau sekitar Rp7,6 miliar. Pos investasi tersebut turut memperkuat total aset yang dilaporkannya dalam LHKPN.

Sementara itu, dana kas dan setara kas yang dimiliki Sudaryono tercatat mencapai Rp13.345.770.717 atau sekitar Rp13,3 miliar. Nilai tersebut mencerminkan likuiditas keuangan yang cukup besar dibandingkan sejumlah pejabat negara lainnya.

Meski demikian, total kekayaan yang dilaporkan tidak terlepas dari kewajiban finansial. Dalam dokumen LHKPN, Sudaryono juga mencantumkan utang sebesar Rp60.365.275.789 atau sekitar Rp60,3 miliar yang mengurangi nilai total asetnya.

Setelah dikurangi seluruh kewajiban tersebut, jumlah kekayaan bersih Sudaryono tercatat sebesar Rp31.394.894.928. Angka inilah yang menjadi total harta kekayaan resmi Kepala BGN sebagaimana tercantum dalam laporan kepada penyelenggara negara.

Pelaporan harta kekayaan melalui LHKPN merupakan salah satu instrumen transparansi yang wajib dipenuhi pejabat negara. Publik dapat mengetahui komposisi aset, kewajiban, hingga nilai kekayaan bersih setiap penyelenggara negara sebagai bagian dari upaya mendorong akuntabilitas dan tata kelola pemerintahan yang baik.

Dengan posisi barunya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional, Sudaryono kini menghadapi tantangan besar untuk memastikan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis berjalan efektif, transparan, dan tepat sasaran. Selain menjadi sorotan karena program strategis yang dipimpinnya, profil kekayaan yang dilaporkan melalui LHKPN juga menjadi bagian dari keterbukaan informasi kepada masyarakat.

Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut