get app
inews
Aa Text
Read Next : Kampung Nelayan Merah Putih Kamalaputi Dikebut, Target Rampung Mei 2026

Harapan Menteri KKP Meleset, Kampung Nelayan Merah Putih Waingapu Baru Capai 80 Persen

Selasa, 09 Juni 2026 | 10:44 WIB
header img
Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Kamalaputi, Waingapu dalam tahapan finishing. Molor dari target rampung akhir Mei 2026. Site Manager PT Dewata Teknik, Samsuri sebut cuaca jadi kendala terbesar pekerjaan (Foto Kolase: Dion. Umbu Ana Lodu/iNewsSumba)

WAINGAPU, iNewsSumba.id – Asa menjadikan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kelurahan Kamalaputi, Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, sebagai salah satu proyek percontohan sektor kelautan dan perikanan di Nusa Tenggara Timur belum sepenuhnya terwujud sesuai jadwal.

Proyek yang sebelumnya ditargetkan rampung pada akhir Mei 2026 atas arahan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, hingga awal Juni ini masih berada pada tahap penyelesaian akhir atau finishing.

Kondisi tersebut berbanding dengan komitmen yang pernah disampaikan kontraktor pelaksana, PT Dewata Teknik, di hadapan Menteri KKP saat kunjungan kerja pada Februari lalu.

Kala itu, Direktur PT Dewata Teknik, I Gede Suwarsana, memastikan pihaknya akan melakukan percepatan pekerjaan agar proyek dapat selesai sesuai target. “Kami sudah siapkan skema percepatan. Target kami akhir Mei 2026 selesai,” kata Suwarsana saat mendampingi kunjungan Menteri KKP pada 26 Februari 2026.

Namun di lapangan, target tersebut belum tercapai. Site Manager PT Dewata Teknik, Samsuri, mengakui progres pembangunan saat ini baru mencapai sekitar 80 persen.

Menurutnya, faktor cuaca menjadi hambatan terbesar yang mempengaruhi ritme pekerjaan konstruksi. “Kendala terbesarnya adalah cuaca. Kami buat target baru Juli 2026 ini rampung,” ujar Samsuri kepada wartawan di lokasi proyek.

Ia menjelaskan, sejumlah pekerjaan utama sebenarnya telah memasuki tahap akhir. Akan tetapi, masih terdapat beberapa item pekerjaan yang membutuhkan penyelesaian lebih lanjut. “Yang belum rampung yakni pekerjaan jalan dan juga penerangan. Kalau pekerjaan yang lain rata-rata sudah finishing,” jelasnya.

Samsuri mengatakan curah hujan yang turun secara tidak menentu membuat sejumlah pekerjaan teknis terhambat. Bahkan pekerjaan penggalian yang dilakukan saat cuaca cerah sering kali terhenti karena hujan deras yang datang mendadak.

Akibat kondisi tersebut, area pekerjaan kerap tergenang sehingga harus dilakukan penyedotan air sebelum pekerjaan kembali dilanjutkan.

Karena faktor cuaca tersebut, pihak kontraktor mengajukan addendum waktu pelaksanaan pekerjaan kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan telah memperoleh persetujuan.

Jika seluruh pekerjaan berjalan sesuai rencana, KNMP Kamalaputi ditargetkan dapat beroperasi penuh pada Juli 2026 sebagai pusat aktivitas ekonomi nelayan di Kota Waingapu.

 

Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut