Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Pemdes Wanggameti Akui Penggalian Emas Masih Berlangsung, Juga Aktivitas Dalam TN Matalawa
Advertisement . Scroll to see content

Emas Antam Bertahan Rp2,77 Juta per Gram, Aktivitas Tambang Emas Ilegal di TN Matalawa Masih Disorot

Minggu, 24 Mei 2026 | 19:22 WIB
  • author Tim iNews
Emas Antam Bertahan Rp2,77 Juta per Gram, Aktivitas Tambang Emas Ilegal di TN Matalawa Masih Disorot
Emas Antam dan harganya(Foto: iNews)

JAKARTA, iNewsSumba.id – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk atau Antam pada perdagangan Minggu (24/5/2026) tercatat stagnan. Berdasarkan data resmi Logam Mulia, harga emas Antam bertahan di angka Rp2.773.000 per gram.

Tidak hanya harga jual, nilai buyback atau harga pembelian kembali emas batangan oleh Antam juga tidak mengalami perubahan. Saat ini buyback berada di posisi Rp2.577.000 per gram.

Stabilnya harga emas di tengah tingginya minat masyarakat berinvestasi logam mulia memunculkan fenomena lain di daerah. Di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, aktivitas penambangan emas ilegal mulai menjadi perhatian serius aparat penegak hukum.

Kawasan yang menjadi sorotan adalah wilayah Taman Nasional Matalawa yang selama ini dikenal sebagai kawasan konservasi penting di Pulau Sumba. Aktivitas penambangan liar diduga masih merambah sejumlah titik dan berpotensi merusak ekosistem hutan serta sumber mata air masyarakat.

Balai Taman Nasional Matalawa bersama aparat kepolisian dan Balai Penegakan Hukum Kehutanan disebut telah melakukan serangkaian penyelidikan terkait dugaan aktivitas penambangan emas tanpa izin tersebut.

“Penegakan hukum sedang berjalan dan kami terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas ilegal di kawasan konservasi,” ujar Ketua Tim Penegakan Hukum Balai Kehutanan, Frinoldy Nehemia G. Lun pada wartawan beberapa hari lalu.

Editor: Dionisius Umbu Ana Lodu

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut