52 Senpi Rakitan Diamankan Polisi, Flores Timur Perkuat Situasi Kamtibmas
LARANTUKA, iNewsSumba.id-Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat atau kamtibmas di Kabupaten Flores Timur, NTT diperkuat setelah sebanyak 52 pucuk senjata api rakitan diserahkan secara sukarela oleh warga Dusun Bele kepada Polres Flores Timur.
Dilansir dari Tribrata News NTT, penyerahan senjata api rakitan tersebut dilakukan di Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, Kamis (14/5/2026). Puluhan senjata api itu diserahkan langsung oleh Kepala Desa Waiburak M. Saleh bersama tokoh adat dan masyarakat kepada Kapolres Flores Timur AKBP Adhitya Octorio Putra.
Kegiatan turut dihadiri jajaran Brimob Polda NTT dan pejabat utama Polres Flores Timur sebagai bentuk dukungan terhadap upaya menjaga keamanan daerah.
Kapolres Flores Timur mengatakan langkah masyarakat menyerahkan senjata api rakitan menjadi bukti kuat meningkatnya kesadaran menjaga kamtibmas.
“Kami mengapresiasi kesadaran masyarakat yang memilih menyerahkan senjata api rakitan secara sukarela demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” ujarnya.
Menurut Kapolres, senjata api ilegal berpotensi memicu konflik sosial maupun tindak kriminal apabila tidak dikendalikan dengan baik.
Karena itu, aparat keamanan terus melakukan pendekatan humanis dan edukasi hukum kepada masyarakat.
“Penyerahan ini merupakan simbol kuat bahwa keamanan, kedamaian, dan persaudaraan adalah tanggung jawab bersama yang harus terus dijaga,” tambahnya.
Kapolres juga memastikan Polri akan terus membangun komunikasi bersama tokoh adat, tokoh agama, dan pemerintah daerah.
Sementara itu, Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra meminta masyarakat segera melapor apabila mengetahui adanya kepemilikan senjata api ilegal.
Ia menegaskan keamanan daerah tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Penyerahan 52 pucuk senjata api rakitan tersebut diharapkan menjadi langkah awal memperkuat stabilitas keamanan di Flores Timur. Dengan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, masyarakat dapat menjalankan aktivitas sosial dan ekonomi secara lebih tenang dan damai.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu