Fenomena Pica? Remaja Jember Telan Paku dan Koin, Ini Penjelasan Petugas
Menurut keterangan keluarga, Vemas memiliki kebiasaan mengonsumsi benda-benda yang tidak lazim. Perilaku ini diduga muncul setelah ia mengalami kecelakaan saat masih duduk di bangku SMP. “Keluarga mengakui saudara Vemas ini sering mengonsumsi benda tak lazim,” kata Roni.
Kondisi tersebut membuat keluarga sempat mengambil langkah pemasungan sebagai bentuk pengendalian perilaku korban. Namun, tindakan ini akhirnya dihentikan setelah adanya intervensi dari petugas Liposos.
Vemas kemudian dirujuk ke RSJ Malang untuk mendapatkan penanganan medis dan psikologis yang lebih komprehensif. Hasil pemeriksaan lanjutan kembali menegaskan keberadaan benda asing di dalam tubuhnya. “Rekomendasinya pembersihan tubuh,” ujarnya.
Operasi pengangkatan benda asing dijadwalkan segera dilakukan guna mencegah risiko kesehatan seperti infeksi atau kerusakan organ.
Kasus ini menjadi perhatian penting bagi masyarakat mengenai perlunya deteksi dini dan penanganan profesional terhadap gangguan kesehatan mental.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu