get app
inews
Aa Text
Read Next : Trend Harga Emas Naik, Penyelundupan di Bandara UMK Seret Sorotan ke Tambang Liar dan Polres

AVSEC Bandara Umbu Mehang Kunda Gagalkan Pengiriman 78 Kg Material Diduga Mengandung Emas

Sabtu, 14 Maret 2026 | 06:08 WIB
header img
TKP penemuan 3 koli material seberat 78 kilogram yang diduga mengandung emas yang hendak dikirimkan melalui jasa cargo di Bandara UMK, Sumba Timur (Foto: Dion. Umbu Ana Lodu)

WAINGAPU, iNewsSumba.id— Upaya pengiriman material yang diduga mengandung emas melalui jalur udara di Kabupaten Sumba Timur berhasil digagalkan petugas Aviation Security (AVSEC) Bandara Umbu Mehang Kunda (UMK). Paket mencurigakan tersebut ditemukan dalam layanan jasa pengiriman barang yang hendak diberangkatkan dari Waingapu.

Kasus ini terjadi pada 22 Januari 2026 lalu, saat petugas keamanan bandara melakukan pemeriksaan rutin terhadap barang kiriman yang akan masuk ke ruang kargo.

Kepala Bandara Umbu Mehang Kunda, I Made Sutamayasa, membenarkan adanya temuan paket yang diduga kuat berisi material tambang tersebut ketika ditemui wartawan di ruang kerjanya beberapa waktu lalu.

“Kejadiannya tanggal 22 Januari 2026 lalu. Permasalahannya lebih pada dokumen pengiriman yang tidak memenuhi persyaratan sehingga barang tersebut tidak layak dikirim melalui jalur penerbangan,” kata Made.

Kecurigaan petugas bermula dari hasil X Ray dan setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, petugas menemukan tiga koli barang dengan berat total sekitar 78 kilogram.

Isi paket tersebut memang bukanlah emas dalam bentuk logam atau batangan, melainkan material batuan dan tanah yang diduga kuat mengandung unsur mineral emas.

Kepala Seksi Teknik Operasi Keamanan dan Pelayanan Darurat Bandara UMK, Feredo Pratama Bina, menjelaskan bentuk material yang ditemukan cukup mencolok.

“Barangnya dalam bentuk batu-batuan dan material tanah. Jumlahnya tiga koli dengan berat kurang lebih 78 kilogram,” ujarnya.

Setelah menemukan barang tersebut, pihak bandara langsung berkoordinasi dengan aparat keamanan yang bertugas di kawasan bandara.

Koordinasi dilakukan dengan KP3 Udara (Kepolisian Sektor Kawasan Bandara) untuk penanganan lebih lanjut.


Kepala Bandara UMK, I Made Sutamayasa dan Kepala Seksi Teknik Operasi Keamanan dan Pelayanan Darurat, Feredo Pratama Bina (Foto: Dion. Umbu Ana Lodu)

“Kami berkoordinasi dengan KP3U dan selanjutnya barang tersebut dibawa ke Polres Sumba Timur untuk penanganan lebih lanjut,” kata Made.

Kasus ini menambah keberhasilan pengawasan ketat terhadap pengiriman material tambang dari wilayah Sumba Timur yang belakangan menjadi sorotan luas, terkait sempat dan bahkan disinyalir masih maraknya aktifitas penambangan emas secara liar di wilayah selatan Kabupaten yang bermottokan Matawai Amahu Pada Njara Hamu itu. 

Penambangan tidak hanya di kawasan penyangga namun juga sempat memasuki kawasan Balai Taman Nasional Manupeu Tana Daru-Laiwanggai Wanggameti (TN Matalawa). 

Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut