get app
inews
Aa Text
Read Next : Konfirmasi Kasus Penambang Emas Liar, Kapolres Masih Terima Tamu, Kasat Reskrim Tolak Direkam

Bunker Kiamat di Queenstown, Kota Cantik yang Disebut Surga Aman Para Miliarder

Minggu, 22 Februari 2026 | 12:51 WIB
header img
Bunker anti kiamat di Selandia Baru ini diminati para miliader(Foto: Istimewa)

QUEENSTOWN, iNewsSumba.id – Di kaki pegunungan Alpen Selatan, danau membentang seperti cermin raksasa yang memantulkan langit biru. Kota resor ini kerap disandingkan dengan Aspen.

Dilansir dari Sindonews, Minggu (22/2/2026) menyebutkan,  dalam beberapa tahun terakhir, nama Queenstown Selandia Baru lebih sering dikaitkan dengan isu yang jauh dari ski dan wisata: bunker anti-kiamat milik miliarder dunia.

Rumor itu beredar lama. Iklan properti bahkan pernah menyebut sebuah rumah sebagai “bunker miliarder” versi hemat. Di pusat kota, ada bar bernama The Bunker, sindiran halus yang seolah mengafirmasi kabar tentang tempat persembunyian bawah tanah.

Namun ketika isu itu ditelusuri, tak ada bukti visual yang mudah ditemukan. Tidak seperti di Amerika atau Eropa, bunker bawah tanah di Queenstown tak pernah benar-benar terungkap ke publik.

Meski demikian, reputasi kota ini sebagai “tempat aman menghadapi akhir zaman” tak sepenuhnya mengada-ada. Selama bertahun-tahun, Queenstown menarik minat kalangan elite global yang ingin menjauh dari ketegangan geopolitik.

Nama seperti miliarder Silicon Valley Peter Thiel dan mantan pembawa berita Matt Lauer tercatat memiliki properti di Selandia Baru. Ketika pandemi Covid-19 melanda dunia, perhatian terhadap negeri ini kembali melonjak.

Perusahaan pembuat bunker asal Amerika, Rising S, bahkan mengklaim meningkatnya minat pengiriman bunker ke Selandia Baru. “Kami tidak menjual rasa takut. Kami menjual kesiapan,” kata manajer umumnya, Gary Lynch.

Menurut Lynch, perusahaannya telah menjual sekitar 1.400 bunker dalam 18 tahun terakhir. Tahun ini saja, ia memperkirakan selusin unit akan dikirim ke Selandia Baru. “Ada banyak orang yang membeli tanah dan membangun bunker di bawah tanah,” ujarnya.

Harga bunker yang ditawarkan mulai sekitar USD39.500 hingga jutaan dolar, lengkap dengan dapur, toilet, listrik tenaga surya, hingga sistem pengawasan.

Namun, ketika diminta menunjukkan lokasi bunker di Selandia Baru, Lynch memilih merahasiakannya. Ia bahkan berseloroh bahwa dirinya hampir membutuhkan bantuan pesulap David Copperfield untuk mengirimkan bunker tanpa terdeteksi.

Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut