Dari Jakarta hingga Sumba, BMKG Peringatkan Gelombang Rob 12–25 Februari 2026
JAKARTA, iNewsSumba.id – Peringatan dini banjir rob kembali dikeluarkan BMKG. Dalam periode 12 hingga 25 Februari 2026, sejumlah wilayah pesisir Indonesia diprediksi terdampak akibat fase bulan baru yang jatuh pada 17 Februari.
Wilayah terdampak membentang dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Bali dan Nusa Tenggara. Daftar panjang ini menunjukkan potensi rob bukan fenomena lokal, melainkan berskala nasional.
“Banjir pesisir (rob) berpotensi terjadi di beberapa wilayah pesisir Indonesia,” tulis BMKG dalam keterangannya.
Di Pulau Jawa, kawasan pesisir Jakarta seperti Kamal Muara, Pluit, Ancol, hingga Muara Angke diprediksi terdampak pada 12–16 Februari. Jawa Tengah dan Jawa Timur juga masuk dalam daftar rawan.
Namun yang tak kalah penting, Bali dan Nusa Tenggara turut disebut dalam rilis resmi tersebut. Pesisir Lombok dan Bima di NTB, serta Selatan Pulau Flores, Pulau Sumba, Sabu-Raijua, hingga Timor-Rote di NTT berpotensi mengalami rob pada 14–19 Februari.
Ini berarti pesisir Nusa Tenggara, termasuk daerah dengan aktivitas pelabuhan dan nelayan tradisional, harus meningkatkan kewaspadaan.
BMKG menjelaskan, fenomena fase bulan baru dapat meningkatkan ketinggian air laut maksimum. Saat pasang tertinggi terjadi, air laut bisa melimpas ke daratan terutama di kawasan pesisir rendah.
Dampaknya tidak hanya genangan di permukiman warga, tetapi juga terganggunya aktivitas bongkar muat pelabuhan dan transportasi laut.
Wilayah Nusa Tenggara yang memiliki banyak pelabuhan penghubung antarpulau tentu perlu memperhatikan kondisi ini secara serius.
BMKG mengimbau masyarakat pesisir memantau informasi terbaru serta menyesuaikan aktivitas di sekitar pantai selama periode rawan tersebut.
Dengan siklus pasang surut yang dipengaruhi dinamika astronomis dan cuaca, rob bisa terjadi berulang jika faktor pendukungnya bertemu. Nusa Tenggara pun tidak luput dari potensi tersebut.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu