Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Keluhkan Ribuan Kayu Gelondongan Masih Menumpuk
ACEH TAMIANG, iNewsSumba.id – Ribuan ton kayu gelondongan masih memenuhi permukiman warga Desa Pengidam, Kecamatan Bandar Pusaka, Aceh Tamiang. Sejak banjir bandang dahsyat menerjang desa ini pada akhir November 2025 lalu, hamparan batang kayu raksasa terus menjadi pemandangan yang menyayat hati hingga Rabu (7/1/2026).
Material kayu berbagai ukuran itu tidak sekadar menutup jalan dan kebun warga. Tumpukannya menjelma seperti dinding bencana yang mengingatkan setiap orang bahwa amukan alam telah memporakporandakan kehidupan 27 keluarga yang rumahnya rata dengan tanah.
Desa yang dulu dikenal hidup dan ramah kini seolah tak bernyawa. Deretan pepohonan yang terseret arus banjir membentuk tumpukan dengan ketinggian mencapai lebih dari lima meter. Di sela-selanya, masih ada puing rumah warga dan barang-barang kehidupan yang tertimbun tanpa sempat diselamatkan.
Sekretaris Desa Pengidam, Mahrizal, menyebut kondisi desa sangat memprihatinkan. Hingga kini belum ada penanganan signifikan dari pihak berwenang untuk mengevakuasi kayu-kayu tersebut. “Warga sangat berharap gelondongan kayu ini bisa digunakan untuk membangun kembali rumah mereka yang rusak dan hancur diterjang banjir bandang,” ujarnya.
Namun harapan itu masih membentur kenyataan. Tidak terlihat adanya aktivitas pembersihan besar-besaran. Warga hanya bisa menatap kayu-kayu raksasa yang kini menguasai halaman rumah mereka, sementara malam tetap datang tanpa jaminan keamanan dan kenyamanan.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu