Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Distransnaker Sumba Timur Rekomendasikan Eks Pegawai Bank di Waingapu ini Tempuh Jalur Sidang PHI
Advertisement . Scroll to see content

Gelombang PHK Pekerja Media Menggila, Pakar Minta Pemerintah Jangan Hanya Jadi Penonton

Kamis, 15 Mei 2025 | 07:56 WIB
  • author Felldy A. Utama, Dion Umbu
Gelombang PHK Pekerja Media Menggila, Pakar Minta Pemerintah Jangan Hanya Jadi Penonton
PHK massal Pekerja Media perlu disikapi pemerintah - Foto : ilustrasi Pixabay

JAKARTA, iNewsSumba.id - Fenomena pemutusan hubungan kerja (PHK) massal tengah melanda industri media di Indonesia. Di tengah derasnya arus disrupsi digital, banyak media konvensional tak kuasa mengikuti perubahan, hingga harus merumahkan karyawan secara besar-besaran.

Ignatius Haryanto, pengamat media dan dosen di Universitas Multimedia Nusantara (UMN), menilai situasi ini sebagai tanda bahaya bagi ekosistem pers nasional. Ia menegaskan, pemerintah tidak bisa tinggal diam menghadapi gelombang PHK yang terus membesar.

“Media yang gagal berinovasi akhirnya tertinggal. Tapi ini bukan sekadar masalah bisnis. Media adalah pilar demokrasi, maka krisis ini harus jadi perhatian serius pemerintah,” ujar Haryanto saat diwawancarai, Selasa (13/5/2025).

Haryanto menyoroti ketatnya persaingan media di Indonesia. Dari ratusan yang ada, hanya segelintir yang benar-benar punya ciri khas. Parahnya, sebagian media justru terjebak menjadi partisan dan kehilangan independensinya.

“Banyak media yang cuma ikut arus, tidak lagi kritis pada pemerintah. Mereka lebih memilih bermain aman. Ini berbahaya bagi kesehatan demokrasi,” tegasnya.

Editor: Dionisius Umbu Ana Lodu

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut