Mahasiswi Tri Sakti Asal Norwegia Kagumi Kafe Kapal dan Sarana Asimilasi Lapas Waikabubak

Kekaguman akan kontruksi bangunan nan unik di sarana asimilasi Lapas Kelas IIB Waikabubak, juga diungkapkan Dokter Leonard Novan. Tidak hanya sebatas pada fisik bangunan yang khas, juga upaya Lapas untuk membina warga binaan juga diacungi jempol.
“Senang sekali bisa melihat langsung suasana di sini terutama dari pihak Lapas yang berupaya maksimal untuk membina warga binaannya. Saya percaya dengan apa yang disebut memanusiakan manusia. Jadi di sini warga binaan tak hanya dikurung tapi juga dibawa untuk melakukan hal postif dan menggali potensi yang dimiliki secara maksimal untuk nantinya kembali ke masyarakat,” urai Leonard.
Yohanis Varianto, selalu Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIB Waikabubak, mengaku senang karya warga binaannya bisa dinikmati dan diberi apresiasi positif oleh warga. Hal itu justru makin memacu dirinya dan seluruh staf serta warga binaan untuk terus menghasilkan karya-karya menarik, juga tentunya untuk terus menjaganya agar bertahan dan bisa dinikmati dalam waktu yang panjang.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu