Umat Paroki Katedral Roh Kudus Weetebula kemudian memilih beribadah di ruang terbuka. Misa sore dilaksanakan di halaman gereja atau Taman Doa sebagai langkah kewaspadaan sekaligus untuk memberikan rasa aman kepada umat.
Dalam Misa tersebut, Romo dan umat tidak hanya menjalankan ibadah, tetapi juga mendoakan masyarakat yang terdampak gempa. Mereka memanjatkan doa agar dampak buruk dari bencana tersebut dapat semakin diminimalkan.
Katedral Roh Kudus Weetebula merupakan bangunan gereja yang telah berdiri sejak awal 1960-an. Sampai berita ini disusun, belum terdapat laporan resmi terkait korban jiwa maupun kerusakan bangunan akibat gempa.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu
Artikel Terkait
