Brian menegaskan, bantuan tidak otomatis berhenti setelah satu semester apabila kondisi akibat bencana masih berlangsung. Pemerintah akan melihat perkembangan dampak gempa dan kebutuhan mahasiswa pada periode berikutnya.
"Kita akan lihat pertama untuk satu semester dulu ya nanti kalau memang dampaknya masih berkelanjutan kita akan tambah lagi di tahun depan di semester yang berbeda," tuturnya.
Di luar bantuan beasiswa, Kemendikti Saintek juga memetakan kerusakan fasilitas perguruan tinggi akibat gempa. Data tersebut akan menjadi dasar bagi pemerintah untuk menentukan bentuk dukungan terhadap kampus-kampus yang terdampak.
Brian mengatakan pemerintah akan melihat peluang mengalihkan anggaran serta program yang sedang berjalan untuk mendukung pembangunan dan perbaikan fasilitas perguruan tinggi yang rusak.
Dengan skema tersebut, pemerintah tidak hanya menyasar kebutuhan mahasiswa secara langsung, tetapi juga berupaya menjaga keberlangsungan proses pendidikan tinggi di wilayah NTT yang terdampak bencana.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu
Artikel Terkait
