Pilot AMA Diduga Ditembak dari Jarak Dekat, Hasil Forensik Ungkap Luka Tembak Tempel di Wajah

Puteranegara Batubara
Ilustrasi AI terkait penembakan pilot dan pembakaran pesawat yang diduga kuat dilakukan oleh KKB di Papua. (Foto: Istimewa).

JAKARTA, iNewsSumba.id – Misteri kematian Captain Pilot pesawat PT Associated Mission Aviation (AMA), Nicholas F. Goselin (29), mulai menemukan titik terang. Hasil pemeriksaan forensik yang dilakukan tim medis RS Bhayangkara Polda Papua mengungkap adanya dugaan kuat korban ditembak dari jarak sangat dekat sebelum pesawat yang dikemudikannya dibakar oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Temuan tersebut menjadi salah satu fakta penting dalam penyelidikan kasus penyerangan terhadap pesawat sipil yang terjadi di wilayah Papua. Dari hasil pemeriksaan luar dan radiologi, tim dokter menemukan sejumlah luka berat pada tubuh korban yang mengarah pada tindak kekerasan menggunakan senjata api.

Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua, dr. Rommy Sebastian, mengatakan korban mengalami luka terbuka pada sejumlah bagian kepala, termasuk dahi, pipi kiri dan area sekitar telinga kanan. Selain itu ditemukan luka lecet pada sisi kanan kepala serta patah tulang rahang atas maupun rahang bawah akibat benturan benda tumpul.

"Terdapat luka terbuka pada kepala, dahi, pipi kiri dan daerah sekitar telinga kanan. Luka lecet pada sisi kanan kepala, patah tulang rahang atas kiri dan kanan serta patah tulang rahang bawah sisi kanan akibat kekerasan benda tumpul," kata Rommy, Minggu (5/7/2026).

Yang paling menyita perhatian tim forensik adalah adanya luka pada pipi kiri yang memiliki karakteristik sebagai luka tembak tempel atau contact gunshot wound. Kondisi tersebut menunjukkan moncong senjata berada dalam posisi tegak lurus dan menempel langsung pada permukaan kulit ketika tembakan dilepaskan.

"Selain itu ditemukan luka terbuka pada pipi kiri yang sesuai dengan karakteristik luka tembak masuk tempel (contact gunshot wound), yaitu posisi moncong senjata berada tegak lurus dan menempel pada permukaan kulit," ujar Rommy.

Tim medis menjelaskan lintasan peluru masuk melalui pipi kiri dan keluar di sekitar telinga kanan. Jalur proyektil tersebut menyebabkan kerusakan parah pada struktur tulang wajah hingga dasar tengkorak korban.

Pemeriksaan radiologi atau foto rontgen turut memperkuat dugaan tersebut. Meski tidak dilakukan autopsi menyeluruh, hasil pencitraan menunjukkan adanya patah tulang pada dasar tengkorak yang menjadi penyebab utama kematian korban.

"Pemeriksaan radiologi menunjukkan adanya patah tulang pada dasar tengkorak. Pemeriksaan ini dilakukan karena kami tidak melaksanakan autopsi dalam, melainkan hanya pemeriksaan luar yang didukung foto rontgen," jelas Rommy.

Menurutnya, kerusakan berat pada dasar tengkorak akibat lintasan peluru menyebabkan korban meninggal dalam waktu sangat singkat sesaat setelah ditembak.

"Dari hasil tersebut diketahui lintasan peluru masuk dan keluar serta menyebabkan kerusakan berat pada dasar tengkorak. Cedera inilah yang menyebabkan korban meninggal dunia dengan sangat cepat atau sudden death," tegasnya.

Sementara itu, Satgas Penegakan Hukum Operasi Damai Cartenz terus mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap pelaku penyerangan. Polisi menyebut pesawat PT Associated Mission Aviation dibakar oleh kelompok KKB jaringan baru yang dikenal sebagai Kelompok Bakusip.

Kasatgas Gakkum Operasi Damai Cartenz, Komisaris Besar Polisi I G G Era Adinata, mengatakan kelompok tersebut dipimpin oleh M. Mbalingga. Aparat juga masih mendalami kemungkinan adanya hubungan antara Kelompok Bakusip dengan kelompok bersenjata yang dipimpin Elkius Kobak.

Kasus penyerangan terhadap pesawat sipil ini menjadi perhatian serius aparat keamanan karena menyangkut keselamatan penerbangan di Papua. Hasil investigasi forensik diharapkan menjadi bukti penting dalam proses penegakan hukum terhadap para pelaku penembakan dan pembakaran pesawat tersebut.

Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network