Dalam banyak kasus, korban tidak menyadari bahwa mereka sedang memberikan akses langsung kepada pelaku untuk menguras rekening atau mengambil alih akun.
“Peredaran alat seperti ini sangat berbahaya karena bisa digunakan oleh siapa saja yang punya niat jahat, bahkan tanpa keahlian teknis tinggi,” tambah Hans.
Kasus ini juga menunjukkan bahwa kejahatan siber tidak lagi terpusat di kota besar, melainkan telah menyebar hingga ke daerah.
Dengan penangkapan ini, aparat berharap dapat menekan distribusi phishing tools yang menjadi tulang punggung banyak aksi penipuan digital.
Namun, pekerjaan belum selesai. Jaringan yang lebih luas diduga masih aktif, menunggu untuk diungkap.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu
Artikel Terkait
