KUPANG, iNewsSumba.id – Polda Nusa Tenggara Timur mulai menggelar Operasi Ketupat Turangga 2026 untuk mengamankan perayaan Idul Fitri dan arus mudik masyarakat. Dalam operasi ini, aparat menyiapkan 156 pos pengamanan dan pelayanan yang tersebar di berbagai wilayah.
Operasi pengamanan tersebut resmi dimulai setelah digelarnya apel pasukan di Lapangan Mapolda NTT, Kamis (12/3/2026).
Kapolda NTT Irjen Pol. Rudy Darmoko melalui Kabid Humas Kombes Pol. Henry Novika Chandra mengatakan, pengamanan dilakukan secara terpadu bersama sejumlah instansi terkait.
Operasi Ketupat Turangga 2026 akan berlangsung selama 13 hari, terhitung mulai 13 hingga 25 Maret 2026.
“Dalam operasi ini kami melibatkan 3.068 personel gabungan yang terdiri dari anggota Polri dan instansi terkait untuk memastikan keamanan selama Idul Fitri,” kata Henry kepada wartawan.
Ia merinci, pos pengamanan yang disiapkan terdiri dari 91 pos pelayanan, 38 pos pengamanan, 27 pos terpadu, serta 20 pos tambahan yang ditempatkan di titik-titik strategis.
Pos-pos tersebut akan menjadi pusat pelayanan masyarakat, sekaligus pengawasan arus lalu lintas selama periode mudik dan arus balik Lebaran.
Selain pos pengamanan, aparat juga memprioritaskan penjagaan di berbagai objek vital seperti bandara, pelabuhan, terminal, pusat perbelanjaan, hingga lokasi wisata.
Henry menegaskan, pengamanan juga difokuskan pada tempat ibadah yang akan digunakan masyarakat untuk melaksanakan salat Idul Fitri.
“Kami juga mengamankan 201 masjid di NTT dan 46 lapangan yang diperkirakan digunakan untuk salat Id. Semua dilakukan agar masyarakat bisa beribadah dengan aman dan nyaman,” ujarnya.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu
Artikel Terkait
