WAINGAPU, iNewsSumba.id – Sebanyak sembilan ekor kerbau diamankan Pemerintah Desa Laipandak, Kecamatan Wulla Waijillu, Kabupaten Sumba Timur, akibat berkeliaran dan merusak kebun warga di tengah musim tanam.
Pengamanan ternak tersebut dilakukan melalui patroli Linmas bersama masyarakat desa yang resah terhadap rusaknya tanaman pertanian mereka.
Kepala Desa Laipandak, Gerardus Nggau Behar, mengatakan ternak-ternak itu ditangkap saat berada di lahan pertanian warga dan tidak diikat oleh pemiliknya.
“Kerbau yang kami amankan ini tertangkap sedang berada dan memakan tanaman milik warga,” kata Gerardus, Jumat (2/1/2026).
Ia menyebutkan, ternak tersebut saat ini ditempatkan di kandang sementara yang dibangun secara gotong royong oleh warga dan aparat desa.
Menurut Gerardus, dominasi ternak berasal dari luar desa, sehingga menambah beban dan kerugian bagi petani Laipandak.
“Kami tidak bisa membiarkan lahan warga rusak terus-menerus,” ujarnya.
Ia menegaskan, Desa Laipandak mengandalkan sekitar 60 hektare lahan kering untuk kebutuhan pangan, karena tidak memiliki lahan persawahan.
“Musim hujan adalah harapan petani. Kalau rusak sekarang, dampaknya panjang,” tegasnya.
Gerardus menyampaikan, pemerintah desa memberi tenggang waktu bagi pemilik ternak untuk mengurus administrasi dan menyelesaikan kewajiban sesuai Perdes.
“Kalau tidak diurus sesuai aturan, tentu ada konsekuensi,” katanya.
Langkah tegas ini diharapkan memberi efek jera dan meningkatkan kesadaran pemilik ternak agar mematuhi aturan desa.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu
Artikel Terkait
