SIKKA, iNewsSumba.id – Kemarau dan kekeringan mulai dirasakan dampaknya di Kabupaten Sikka, NTT. Paling tidak itu nampak di Desa Reroroja, Kecamatan Magepanda. Warga terpaksa harus menuju ke pinggiran sungai yang aliran airnya telah mengecil, untuk menggali lubang di pinggiran kali guna mendapatkan rembesan air bersih.
Seperti terpantau Minggu (3/9/2023) nampak sejumlah ibu dan anak – anak menuju kali. Sesampainya di pinggiran kali, mereka menggali lubang sekira dua jengkal dan kedalamannya 50 centimeter. Setelah menunggu beberapa saat, air kemudian merembes, lalu ditimba untuk pembersihan pertama.
Kemudian setelah itu, lubang dibatasi pinggirannya dengan bak plastik yang sudah dihubungkan dan juga telah dibolongkan dasarnya. Sekitar 10 meniut kemudian air masuk dan lalu ditimba dengan gayung kecil untuk diisi ke dalam ember atau jerigen dan akan di bawa untuk dikonsumsi di rumah.
“Setiap hari saya dengan mama atau dnegan saudara ke sini dan buat lubang dan ambil air,” ungkap Alexa, salah satu anak yang ditemui.
Air kali nampak digunakan untuk mandi warga, namun untuk minum warga menggunakan air dari rembesan dalam lubang yang digali. Selama belum ada bantuan dari pemerintah melalui instansi terkat, warga tetap akan mengkonsumsi air dengan cara yang sama selama musim kering dan kemarau seperti saat ini.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu
Artikel Terkait