Nelayan Asal Pangkep Tewas Terjebak Karang di Pantai Tangairi Sumba Tengah, Hilang Saat Cari Gurita
WAIBAKUL, iNewsSumba.id – Warga di sekitar Pantai Tangairi, Desa Waimanu, Kecamatan Katikutana Selatan, Kabupaten Sumba Tengah, NTT, dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki, Minggu (27/9/2026) sore lalu.
Mayat tersebut ditemukan sekitar pukul 17.00 WITA dalam kondisi tersangkut di batu karang di kawasan pantai. Korban kemudian diketahui bernama Nur Jama'ah, laki-laki berusia 49 tahun, warga Pulau Matalaang, Desa Sabalana, Kecamatan Liukang Tangaya, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan.
Korban diketahui berprofesi sebagai nelayan. Ia datang ke perairan selatan Sumba bersama rombongan kapal Gurita Pelita Jaya untuk mencari gurita.
Penemuan jasad korban pertama kali diketahui tiga warga setempat, yakni Joni Soki Sairo, Adi Tiba Reku Nanga dan Siwa Jurumana. Ketiganya saat itu menuju Pantai Tangairi untuk melaut ketika kondisi air sedang surut.
Saat tiba di lokasi, ketiga warga tersebut melihat sesosok tubuh manusia tersangkut di antara batu karang. Mereka kemudian memastikan keberadaan jasad tersebut dan melaporkan penemuan itu kepada aparat pemerintah setempat.
Saksi Adi Tiba Reku Nanga kemudian menghubungi Sekretaris Desa Waimanu Jefri Umbu Dina Sama Badju untuk menyampaikan informasi tersebut. Laporan itu selanjutnya diteruskan kepada kepala desa, Bhabinkamtibmas Polsek Katikutana dan Camat Katikutana Selatan.
Sekitar pukul 19.00 WITA, aparat kepolisian bersama pemerintah daerah tiba di lokasi. Tim yang datang antara lain KA SPKT III Polsek Katikutana Aipda Frit Y. Tamelan, Panit Reskrim dan Bhabinkamtibmas Desa Waimanu.
Mereka bersama Kasat Pol PP Kabupaten Sumba Tengah Melkianus M. Paliosa, Camat Katikutana Selatan Yulius Umbu Piga dan Kepala Desa Waimanu Obed Lapu Pagegi kemudian mengecek kondisi jenazah yang telah dievakuasi warga ke rumah Okta Pagalu Leba Ratu di pinggir Pantai Tangairi.
Perisitwa itu dibenarkan Kapolres Sumba Tengah AKBP Richard D.A.M.H. Siregar melalui Kasi Humas Polres Sumba Tengah, IPDA Jeimsar, Senin (28/9/2026) siang lalu.. Diuriaikannya, korban memiliki ciri fisik kulit hitam, rambut keriting hitam dan tinggi sekitar 160 sentimeter. Saat ditemukan, korban mengenakan pakaian selam berwarna hitam serta beberapa lapis pakaian lainnya.
“Petugas langsung melakukan pengecekan di lokasi, mengidentifikasi korban dan berkoordinasi dengan pihak keluarga serta tenaga medis untuk memastikan penyebab meninggalnya korban,” kata Jeimsar.
Pemeriksaan terhadap jenazah kemudian dilakukan tim medis Puskesmas Malinjak yang dipimpin dr. Jeani Anggraini R. Sedu bersama Tim Inafis Sat Reskrim Polres Sumba Barat yang dipimpin Kaur Identifikasi Aipda Superjaka Fajrin.
Dari pemeriksaan luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Tim medis menemukan tanda-tanda orang tenggelam serta luka lecet pada bagian wajah yang diduga akibat benturan dengan batu karang.
Korban diperkirakan telah meninggal lebih dari empat jam sebelum pemeriksaan karena tubuh sudah mengalami kekakuan dan terdapat lebam mayat.
Juga diuraikan IPDA Jeimsar merujuk keterangan nahkoda kapal Gurita Pelita Jaya, Isfar, disebutkan korban merupakan salah satu anak buah kapal. Kapal tersebut membawa sembilan ABK lainnya dari Kabupaten Pangkep menuju perairan Sumba untuk menangkap gurita.
Keluarga korban kemudian meminta agar jenazah tidak dilakukan autopsi. Anak korban, Zultan, menyampaikan bahwa peristiwa tersebut merupakan musibah dan keluarga ingin membawa jasad Nur Jama'ah pulang ke Sulawesi Selatan.
Pihak keluarga selanjutnya membuat surat penolakan dilakukan autopsi. Sekitar pukul 22.00 WITA, jenazah korban dibawa kembali ke kapal menggunakan speedboat milik Villa Lamaloku dengan bantuan warga sekitar.
Editor: Dionisius Umbu Ana Lodu