Semangat Mandiri Bawa Siswa SMPN 1 Waingapu Tembus Jamnas Pramuka XII 2026
JAKARTA, iNewsSumba.id — Semangat pantang menyerah mengantarkan Rambu Anggrid T. Anna Hamu, siswa SMPN 1 Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, mengikuti Jambore Nasional (Jamnas) Gerakan Pramuka XII Tahun 2026 di Jakarta.
Perjalanan Anggrid menuju ajang nasional tersebut tidak ditempuh melalui jalur yang mudah. Ia sempat dinyatakan gugur dalam proses seleksi yang digelar Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Sumba Timur.
Meski demikian, keputusan tersebut tidak membuat Anggrid mengubur keinginannya untuk mendapatkan pengalaman di Jambore Nasional. Bersama keluarga dan pihak sekolah, ia memilih memperjuangkan keberangkatannya secara mandiri.
Anggrid bahkan berangkat dengan biaya sendiri dan didampingi pembina yang ikut mendukung perjuangannya. Bagi dirinya, keterbatasan bukan alasan untuk berhenti mengejar kesempatan.
"Saya dan kami keluarga sudah bertekad untuk tetap mengurus dan mempersiapkan saya ke Jakarta mengikuti Jambore Nasional Gerakan Pramuka XII Tahun 2026 walaupun saya dinyatakan tidak lolos seleksi dengan alasan tidak lolos tes kesehatan," ujar Anggrid.
Ia mengatakan, dirinya bersama pembina yang mendukungnya juga bertekad membuktikan bahwa kondisi kesehatannya tidak menjadi penghalang untuk mengikuti kegiatan nasional tersebut.
"Saya dan Pembina yang mendukung saya sudah bertekad untuk buktikan bahwa kesehatan saya baik-baik saja," katanya saat menghubungi media dari Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka (Buperta) Cibubur, Kamis (20/8/2026) petang lalu.
Perjuangan Anggrid ternyata tidak berhenti pada keikutsertaan sebagai peserta. Bersama James Quido, salah satu pembina Kwarcab Pramuka Sumba Timur yang telah memiliki lisensi nasional, ia akhirnya mendapat kesempatan terlibat dalam kegiatan Jamnas.
Anggrid memilih mengikuti kegiatan Rimba Adventure bersama panitia. Pilihan tersebut dinilai sesuai dengan hobinya yang menyukai kegiatan petualangan.
Kisah Anggrid menjadi gambaran bahwa kesempatan terkadang harus diperjuangkan dengan keberanian dan kemandirian. Dari Sumba Timur menuju Jakarta, ia membawa satu pesan sederhana: kegagalan dalam sebuah proses bukan berarti akhir dari sebuah perjuangan.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu