Gempa M5,3 Guncang Kupang, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami dan Minta Warga Tetap Tenang
KUPANG, iNewsSumba.id – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,3 mengguncang wilayah Kota Kupang dan sejumlah daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (26/7/2026) sore. Meski guncangan dirasakan cukup kuat oleh masyarakat, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Berdasarkan hasil analisis BMKG, gempa terjadi pada pukul 17.57.43 WIB dengan parameter terbaru magnitudo 5,3 di kedalaman 44 kilometer. Episenter gempa berada pada koordinat 10,16 derajat Lintang Selatan dan 123,77 derajat Bujur Timur atau sekitar 18 kilometer timur laut Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, menjelaskan bahwa hasil pemodelan tsunami menunjukkan gempa tersebut tidak memiliki potensi memicu gelombang tsunami sehingga masyarakat diminta tidak panik maupun mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
Menurut BMKG, gempa yang terjadi termasuk jenis gempa dangkal yang dipicu aktivitas subduksi. Analisis mekanisme sumber menunjukkan patahan yang bekerja merupakan sesar naik (thrust fault), sehingga menghasilkan guncangan yang cukup terasa di sejumlah wilayah sekitar episenter.
Berdasarkan peta tingkat guncangan atau shakemap, intensitas gempa mencapai skala V MMI di wilayah Sulamu, Fatuleu Barat, Kupang Timur, dan Kota Oelamasi. Pada skala ini, getaran dirasakan hampir seluruh penduduk, sejumlah barang di dalam rumah dapat bergeser maupun terjatuh, sementara sebagian warga memilih keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
Sementara itu, guncangan dengan intensitas IV MMI dirasakan di Kota Kupang, Soe, Kefamenanu, hingga Baa. Pada tingkat ini, getaran dirasakan oleh hampir seluruh masyarakat dan sebagian warga berhamburan keluar bangunan karena khawatir terjadi gempa susulan.
BMKG mencatat hingga pukul 18.24 WIB belum terdeteksi adanya aktivitas gempa susulan (aftershock). Kendati demikian, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan tanpa harus diliputi rasa panik.
Melalui keterangan resminya, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, menghindari bangunan yang mengalami keretakan akibat gempa, serta tidak mudah mempercayai isu-isu yang belum dapat dipertanggungjawabkan. Informasi resmi mengenai aktivitas kegempaan hanya bersumber dari kanal komunikasi BMKG yang telah terverifikasi.
BMKG juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai potensi gempa susulan. Secara ilmiah dijelaskan bahwa gempa susulan dapat saja terjadi bergantung pada kondisi struktur batuan dan akumulasi tekanan di bawah permukaan bumi. Namun, gempa susulan tidak akan memiliki magnitudo yang lebih besar dibandingkan gempa utama sehingga masyarakat diharapkan tidak terpancing kepanikan.
Penjelasan tersebut diharapkan mampu meredam berbagai informasi yang menyesatkan di tengah masyarakat. BMKG menekankan bahwa langkah terbaik saat terjadi gempa adalah tetap tenang, mengikuti arahan petugas, serta terus memantau perkembangan informasi resmi melalui kanal BMKG.
Peristiwa gempa yang mengguncang Kupang ini kembali menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana geologi di wilayah Nusa Tenggara Timur yang berada pada kawasan tektonik aktif. Edukasi mitigasi, kesiapan menghadapi gempa, dan kepatuhan terhadap informasi resmi menjadi kunci utama untuk meminimalkan risiko apabila terjadi aktivitas seismik berikutnya.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu