Gempa M5,3 Guncang Kupang, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami dan Minta Warga Tetap Tenang
Sementara itu, guncangan dengan intensitas IV MMI dirasakan di Kota Kupang, Soe, Kefamenanu, hingga Baa. Pada tingkat ini, getaran dirasakan oleh hampir seluruh masyarakat dan sebagian warga berhamburan keluar bangunan karena khawatir terjadi gempa susulan.
BMKG mencatat hingga pukul 18.24 WIB belum terdeteksi adanya aktivitas gempa susulan (aftershock). Kendati demikian, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan tanpa harus diliputi rasa panik.
Melalui keterangan resminya, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, menghindari bangunan yang mengalami keretakan akibat gempa, serta tidak mudah mempercayai isu-isu yang belum dapat dipertanggungjawabkan. Informasi resmi mengenai aktivitas kegempaan hanya bersumber dari kanal komunikasi BMKG yang telah terverifikasi.
BMKG juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai potensi gempa susulan. Secara ilmiah dijelaskan bahwa gempa susulan dapat saja terjadi bergantung pada kondisi struktur batuan dan akumulasi tekanan di bawah permukaan bumi. Namun, gempa susulan tidak akan memiliki magnitudo yang lebih besar dibandingkan gempa utama sehingga masyarakat diharapkan tidak terpancing kepanikan.
Penjelasan tersebut diharapkan mampu meredam berbagai informasi yang menyesatkan di tengah masyarakat. BMKG menekankan bahwa langkah terbaik saat terjadi gempa adalah tetap tenang, mengikuti arahan petugas, serta terus memantau perkembangan informasi resmi melalui kanal BMKG.
Peristiwa gempa yang mengguncang Kupang ini kembali menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana geologi di wilayah Nusa Tenggara Timur yang berada pada kawasan tektonik aktif. Edukasi mitigasi, kesiapan menghadapi gempa, dan kepatuhan terhadap informasi resmi menjadi kunci utama untuk meminimalkan risiko apabila terjadi aktivitas seismik berikutnya.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu