get app
inews
Aa Text
Read Next : Polda NTT Periksa 35 Saksi dan 5 Ahli, Kasus Dugaan Intimidasi pada dr. Icha Masuk Tahap Penyidikan

Dari Hamparan Savana ke Atap Rumah Adat, Ilalang Manurara jaga Tradisi dan Menghidupi Warga Sumba

Kamis, 23 Juli 2026 | 22:13 WIB
header img
Warga sekitar areal wisata alam Air Terjun Matayangu memanen ilalang dan mengikatnya untuk kemudian dijual. Selain itu juga secara bergilir jadi pemandu wisata (Foto kolase: Dion. Umbu Ana Lodu/iNewsSumba.id)

WAIBAKUL, iNewsSumba.id - Hamparan savana yang terhampar sekitar hutan kawasan Air Terjun Matayangu di Desa Manurara, Kecamatan Katikutana Selatan, Kabupaten Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur, tampak bergoyang pelan diterpa angin. Dari kejauhan, ilalang yang tumbuh liar seolah hanya menjadi bagian dari lanskap alam Sumba. Namun, bagi masyarakat setempat, tanaman itu adalah sumber kehidupan yang diwariskan lintas generasi.

Menjelang siang, aktivitas di pondok-pondok sederhana yang berdiri sekitar 30 meter dari pos jaga menuju Air Terjun Matayangu belum menunjukkan tanda-tanda usai. Bunyi golok yang membelah batang ilalang bersahut-sahutan, berpadu dengan suara tawa para pekerja yang menikmati rutinitas mereka di tengah terik matahari.

Di bawah pondok beratap ilalang, tangan-tangan terampil memotong, merapikan, lalu mengikat batang demi batang hingga membentuk gulungan besar. Setiap ikatan disusun rapi menunggu pembeli yang datang dari berbagai daerah di Pulau Sumba.

Di waktu yang sama, kendaraan wisatawan terus berdatangan menuju Air Terjun Matayangu. Tidak sedikit yang berhenti sejenak untuk menyaksikan proses pengolahan ilalang. Pemandangan itu menjadi atraksi sederhana yang memperlihatkan bagaimana alam dan budaya berpadu dalam kehidupan masyarakat Desa Manurara.

Tak jauh dari pondok, sejumlah perempuan memanen ilalang di hamparan savana. Dengan penuh ketelitian mereka memilih batang yang sudah cukup tua agar menghasilkan kualitas terbaik. Sesekali mereka tersenyum ketika kamera mengabadikan aktivitas yang telah menjadi bagian dari keseharian mereka.

Di salah satu pondok, Yudi (33) tampak sibuk memenuhi pesanan dalam jumlah besar. Sejak kecil ia telah mengenal pekerjaan itu, mengikuti jejak orang tuanya yang juga menggantungkan hidup dari ilalang. 

"Saya dari kecil, sejak masih SD sudah biasa urus ilalang. Potong, ikat, lalu disusun rapi. Sekarang ini kami kerja pesanan dari Kampung Adat Lamboya yang terbakar baru-baru," ujar Yudi.

Menurutnya, ilalang Manurara dikenal memiliki kualitas yang baik sehingga banyak dicari sebagai bahan atap rumah adat, pondok wisata, hingga hotel berkonsep alami. Satu ikatan besar berisi sekitar tiga puluh ikatan kecil dijual dengan harga sekitar Rp60 ribu, jauh meningkat dibandingkan puluhan tahun lalu.

Yudi mengaku kenaikan harga dipengaruhi semakin berkurangnya lahan ilalang, sementara permintaan justru terus meningkat. Kondisi itu membuat pekerjaan yang dulu dianggap sederhana kini memiliki nilai ekonomi yang semakin besar. 

"Jual ilalang sangat bantu ekonomi kami. Dari sini kami juga bisa kembangkan usaha lain seperti beternak dan bertani," katanya.

Bagi warga Manurara, ilalang bukan sekadar tanaman yang tumbuh di savana. Dari hasil penjualannya, mereka membiayai kebutuhan rumah tangga, pendidikan anak hingga mengembangkan usaha lain. Rumput yang sering dianggap gulma di tempat lain justru menjadi penyangga ekonomi masyarakat.

Keberadaan Air Terjun Matayangu turut memberikan nilai tambah. Wisatawan yang datang tidak hanya menikmati panorama alam, tetapi juga menyaksikan langsung kehidupan para perajin ilalang. Interaksi sederhana itu menjadi pengalaman yang memperkaya kunjungan wisata sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga.

Di Desa Manurara, ilalang telah menjadi simbol ketekunan masyarakat dalam menjaga tradisi. Dari padang savana yang luas, tumbuh harapan agar alam tetap lestari dan terus menghadirkan kesejahteraan bagi generasi yang akan datang.

 

Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut