get app
inews
Aa Text
Read Next : Mandi Berujung Petaka, IRT Tenggelam di Cekdam Oetalus TTU

Korban Hilang Semalaman, Lansia di Kupang Ditemukan Tewas dalam Limbah Pembuangan Tahu

Kamis, 02 Juli 2026 | 23:42 WIB
header img
Proses evakuasi lansia yang meninggal dunia paska terjatuh dalam limbah pembuangan tahu di kota Kupang oleh Tim SAR Gabungan (Foto: Istimewa)

KUPANG, iNewsSumba.id-Harapan keluarga untuk menemukan Karel Bire (67) dalam keadaan selamat pupus pada Kamis (2/7/2026) pagi. Warga Kelurahan Manutapen, Kota Kupang itu ditemukan sudah tidak bernyawa di dalam limbah pembuangan tahu yang berada di Kelurahan Airnona, Kecamatan Kota Raja. Penemuan tersebut mengakhiri pencarian yang dilakukan keluarga bersama warga sejak sehari sebelumnya.

Peristiwa itu sontak mengundang perhatian masyarakat sekitar. Lokasi penemuan korban dipadati warga yang ingin mengetahui proses evakuasi. Di tengah suasana duka, Tim SAR Gabungan bergerak cepat melakukan koordinasi agar proses pengangkatan korban dapat berlangsung aman dan sesuai prosedur.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang menerima laporan resmi pada Kamis pukul 08.55 WITA dari Kanit Intel Polsek Kota Raja. Sebelumnya, pihak keluarga telah melaporkan bahwa korban tidak kembali ke rumah sejak Rabu (1/7/2026) dan dinyatakan hilang. Upaya pencarian secara mandiri telah dilakukan hingga malam hari, namun belum membuahkan hasil.

Sekitar pukul 08.20 WITA, warga yang berada di sekitar lokasi limbah pembuangan tahu dikejutkan dengan penemuan tubuh korban. Penemuan tersebut segera dilaporkan kepada aparat kepolisian, yang kemudian meminta bantuan Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang untuk melaksanakan operasi evakuasi.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang, Mexianus Bekabel, langsung memimpin Operasi SAR. Sebanyak 10 personel Rescue diberangkatkan menggunakan dua unit kendaraan penyelamat yang membawa perlengkapan mountaineering, peralatan medis, serta perlengkapan pendukung lainnya menuju lokasi kejadian yang berjarak sekitar 9,8 kilometer dari kantor Basarnas Kupang.

Sesampainya di lokasi sekitar pukul 09.27 WITA, tim segera bergabung dengan unsur SAR gabungan yang telah lebih dahulu berada di tempat kejadian. Sebelum proses evakuasi dimulai, On Scene Coordinator (OSC) memberikan pengarahan kepada seluruh personel mengenai pembagian tugas, strategi evakuasi, serta aspek keselamatan yang harus dipatuhi selama operasi berlangsung.

Koordinasi yang matang membuat proses evakuasi berjalan cepat. Kurang dari setengah jam setelah briefing, tepat pada pukul 09.54 WITA, Tim SAR Gabungan berhasil mengangkat korban dari lokasi. Korban kemudian diserahkan kepada pihak kepolisian untuk selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Kupang guna penanganan lebih lanjut.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang, Mexianus Bekabel, menyampaikan bahwa seluruh tahapan operasi dilaksanakan sesuai standar operasional yang berlaku. Menurutnya, sinergi seluruh unsur menjadi faktor penting dalam kelancaran proses evakuasi.

"Keberhasilan operasi ini merupakan hasil sinergi dan kerja sama yang baik antar unsur SAR. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, dedikasi, dan respons cepat dalam pelaksanaan operasi SAR ini. Meskipun korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, seluruh proses evakuasi dapat dilaksanakan dengan aman, cepat, dan sesuai prosedur," ujar Mexianus Bekabel.

Operasi tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang, Polsek Kota Raja, BPBD Kota Kupang, aparat Kelurahan Airnona, keluarga korban hingga masyarakat setempat. Kolaborasi lintas instansi itu memastikan proses evakuasi berlangsung tanpa hambatan berarti.

Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut