Mutasi 1.121 Personel Polri, Pembentukan Polres Baru hingga Promosi 45 Polwan
JAKARTA, iNewsSumba.id – Kebijakan mutasi terhadap 1.121 personel Polri yang diumumkan melalui tujuh Surat Telegram Kapolri bukan sekadar rotasi jabatan. Di balik keputusan tersebut, Polri tengah menjalankan langkah besar memperkuat organisasi melalui pembentukan satuan baru, promosi personel, hingga peningkatan peran polisi wanita (Polwan) dalam jabatan strategis.
Mutasi yang ditetapkan pada 25 Juni 2026 itu mencakup 1.121 perwira tinggi dan perwira menengah. Sebanyak 748 personel memperoleh promosi maupun perpindahan jabatan setara sebagai bagian dari pengembangan karier berbasis kompetensi.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan seluruh kebijakan tersebut disusun berdasarkan kebutuhan organisasi dan evaluasi kinerja yang berkelanjutan.
"Mutasi dan promosi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi yang bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme, kapasitas kepemimpinan, serta efektivitas pelaksanaan tugas Polri dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat," ujar Brigjen Pol. Trunoyudo.
Selain rotasi pejabat, Polri juga membentuk satu Polresta baru di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Kebijakan itu diikuti pembentukan empat Polres tipe D baru yang tersebar di Padang Lawas Utara, Sumba Tengah, Konawe Kepulauan, dan Banggai Laut.
Tidak hanya itu, delapan Polres tipe D juga dinaikkan statusnya menjadi Polresta. Wilayah tersebut meliputi Karawang, Batang, Klaten, Tuban, Sumenep, Gowa, Banggai, dan Lombok Tengah.
Menurut Brigjen Pol. Trunoyudo, pembentukan maupun peningkatan status satuan kewilayahan merupakan langkah strategis untuk menjawab perkembangan wilayah serta dinamika keamanan masyarakat yang terus berubah.
"Pembentukan dan peningkatan tipe satuan kewilayahan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat pelayanan kepolisian kepada masyarakat, sekaligus menyesuaikan kebutuhan organisasi dengan perkembangan wilayah dan tantangan kamtibmas yang semakin dinamis," katanya.
Mutasi kali ini juga menjadi momentum meningkatnya peran Polwan di lingkungan Polri. Sebanyak 45 polisi wanita memperoleh promosi jabatan, termasuk 17 personel yang dipercaya menjadi Kapolres setingkat IIIA2.
Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk komitmen Polri dalam membuka ruang kepemimpinan yang lebih luas bagi personel perempuan berdasarkan kemampuan, kompetensi, dan rekam jejak.
"Peningkatan peran Polwan dalam jabatan strategis menunjukkan komitmen Polri terhadap pengembangan sumber daya manusia yang profesional, berintegritas, dan berbasis kompetensi tanpa membedakan gender," ungkap Brigjen Pol. Trunoyudo.
Selain promosi jabatan, mutasi juga mencakup pengukuhan delapan personel, penempatan jabatan bagi 68 lulusan Dikbangti dan S3 STIK, serta pemberangkatan 37 personel mengikuti pendidikan pengembangan dan pendidikan pengembangan manajemen tahun anggaran 2026.
Di tingkat kepemimpinan, Polri juga melakukan pergantian dua Kapolda, tiga Wakapolda, serta promosi terhadap 190 jabatan Kapolres, Kapolresta, Kapolres Metro, dan Kapolrestabes di berbagai daerah di Indonesia.
Brigjen Pol. Trunoyudo menegaskan bahwa seluruh kebijakan tersebut merupakan bagian dari reformasi organisasi agar Polri semakin adaptif terhadap perkembangan masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.
"Melalui mutasi ini diharapkan seluruh personel yang mendapatkan amanah jabatan baru dapat segera beradaptasi, meningkatkan kinerja, dan memberikan kontribusi terbaik bagi organisasi serta masyarakat," tutupnya.
Editor: Dionisius Umbu Ana Lodu