Sumba Timur Masuk Jalur JNBA 2026, KPK Soroti Tata Kelola Lahan dan Pendidikan
JAKARTA, iNewsSumba.id – Kabupaten Sumba Timur menjadi salah satu daerah yang akan disinggahi armada Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi (JNBA) 2026. Kunjungan tersebut tidak hanya membawa kampanye integritas, tetapi juga mengangkat sejumlah isu strategis daerah.
Dalam rilis yang diterima iNews Sumba disebutkan bahwa, Komisi Pemberantasan Korupsi memberikan perhatian khusus terhadap persoalan tata kelola alih fungsi lahan hutan dan pemerataan pendidikan.
Dua isu tersebut dinilai memiliki dampak besar terhadap kualitas pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Dalam pelaksanaan JNBA 2026, KPK akan melakukan berbagai kegiatan mulai dari konsultasi publik hingga pemetaan risiko korupsi.
Kegiatan tersebut akan melibatkan pemerintah daerah, aparatur sipil negara, perangkat desa, komunitas masyarakat, hingga kalangan akademisi.
KPK menilai tata kelola sumber daya alam yang tidak transparan berpotensi memunculkan praktik korupsi yang merugikan masyarakat.
Karena itu, penguatan pengawasan publik menjadi bagian penting dalam agenda perjalanan JNBA.
Selain itu, pemerataan pendidikan juga menjadi perhatian utama. Tidak sedikit wilayah di Indonesia Timur yang masih menghadapi keterbatasan akses dan infrastruktur pendidikan.
Melalui program KPK Mengajar, lembaga antirasuah itu ingin memastikan isu pendidikan tidak hanya dibahas dalam forum kebijakan, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata.
Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK Amir Arief mengatakan masyarakat akan dilibatkan secara aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan.
“Kami berharap JNBA menjadi ruang perjumpaan antara KPK dan masyarakat, memperkuat kolaborasi dengan pemda, serta menumbuhkan semakin banyak agen-agen integritas di daerah,” ujarnya.
Kehadiran JNBA di Sumba Timur diharapkan dapat memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengawasi penggunaan sumber daya publik.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu