Abu Vulkanik Lewotobi Lumpuhkan Bandara Frans Seda, Seluruh Penerbangan Maumere Dihentikan
MAUMERE, iNewsSumba.id – Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, NTT kembali berdampak pada aktivitas transportasi udara di Pulau Flores. Bandara Frans Seda Maumere, Kabupaten Sikka, resmi ditutup sementara pada Jumat (5/6/2026) setelah abu vulkanik dari letusan gunung menyelimuti ruang udara di wilayah tersebut.
Penutupan bandara dilakukan setelah hasil pemantauan cuaca dan atmosfer menunjukkan adanya sebaran abu vulkanik yang cukup tebal di jalur penerbangan. Kondisi tersebut dinilai membahayakan keselamatan penerbangan sehingga operasional bandara harus dihentikan sementara.
Petugas BMKG Maumere, Lisa, menjelaskan bahwa abu vulkanik yang dihasilkan dari erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki masih terdeteksi melayang di udara dengan konsentrasi yang cukup tinggi.
"Hasil pemantauan menunjukkan adanya sebaran abu vulkanik yang cukup tebal dan melayang di udara akibat letusan gunung berapi tersebut," kata Lisa.
Menurutnya, abu vulkanik dapat mengganggu performa mesin pesawat dan mengurangi jarak pandang pilot saat melakukan penerbangan maupun pendaratan.
"Konsentrasi abu vulkanik ini dikhawatirkan dapat mengganggu kinerja mesin pesawat serta mengurangi jarak pandang pilot, yang berisiko tinggi menyebabkan kecelakaan penerbangan," ujarnya.
BMKG juga mendeteksi adanya lapisan abu vulkanik tebal pada ketinggian tertentu di wilayah Kabupaten Sikka. Situasi itu membuat standar keselamatan penerbangan tidak terpenuhi.
"Kondisi ini tidak memenuhi syarat keselamatan untuk operasional penerbangan, sehingga kami memutuskan untuk menutup Bandar Udara Frans Seda hingga situasi dinilai aman kembali," tambahnya.
Akibat penutupan tersebut, seluruh penerbangan yang berangkat maupun tiba di Bandara Frans Seda dibatalkan atau dialihkan ke bandara lain yang dinilai lebih aman.
Pihak pengelola bandara juga menyiagakan petugas untuk memberikan informasi kepada calon penumpang yang terdampak pembatalan jadwal penerbangan.
Hingga Jumat malam, belum ada kepastian mengenai waktu pembukaan kembali Bandara Frans Seda. Keputusan operasional selanjutnya akan menunggu perkembangan aktivitas Gunung Lewotobi Laki-Laki dan hasil evaluasi keselamatan penerbangan.
Editor: Dionisius Umbu Ana Lodu