get app
inews
Aa Text
Read Next : Diduga Mulai Marak Plat Nopol Bodong Demi BBM Subsidi, Satlantas Sumba Timur Beri Peringatan Keras

Terbongkar di Kodi Balaghar, 463 Liter Pertalite Ditimbun Oknum Berprofesi Pendidik

Minggu, 26 April 2026 | 10:22 WIB
header img
SPBU Bondo Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT(Foto: istimewa)

TAMBOLAKA, iNewsSumba.id – Praktik penimbunan bahan bakar minyak (BBM) subsidi kembali mencuat di wilayah Sumba Barat Daya, NTT. Aparat Kepolisian Resor setempat membongkar kasus penimbunan 463 liter Pertalite yang terjadi di Kecamatan Kodi Balaghar.

Pengungkapan ini bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas penimbunan BBM dalam jumlah besar di salah satu rumah warga. Polisi kemudian bergerak cepat melakukan penyelidikan hingga akhirnya menemukan ratusan liter Pertalite yang disimpan dalam berbagai wadah.

Yang mengejutkan, pelaku diketahui berprofesi sebagai tenaga pendidik. Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku mengaku membeli BBM dari SPBU Bondo Kodi menggunakan sepeda motor secara berulang untuk kemudian dijual kembali secara eceran.

Praktik ini diduga berlangsung cukup lama dan melibatkan jaringan internal SPBU. Istri pelaku disebut berperan sebagai operator di SPBU tersebut, sehingga memudahkan akses pembelian BBM subsidi dalam jumlah tidak wajar.

Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus Pertamina Patra Niaga, Ahad Rahedi, menyatakan pihaknya tidak mentoleransi penyalahgunaan distribusi BBM subsidi.

“Operator diberlakukan pemecatan sementara, pengawas SPBU diberikan skorsing, dan SPBU dikenakan sanksi penghentian sementara distribusi Pertalite selama 30 hari,” tegas Ahad dalam keterangan resminya yang diterima wartawan Sabtu (25/4/2026) malam lalu.

Langkah tegas ini, menurutnya, merupakan bentuk komitmen Pertamina dalam menjaga agar distribusi BBM subsidi tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh oknum tertentu.

Ahad juga menyampaikan apresiasi kepada Polres Sumba Barat Daya yang dinilai sigap dalam menindak praktik ilegal tersebut.

“Kami sangat berterima kasih dan mendukung penuh upaya Polres Sumba Barat Daya dalam menindak tegas penyalahgunaan BBM subsidi,” ujarnya.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa pengawasan distribusi energi bersubsidi masih menjadi pekerjaan besar di daerah. Peran masyarakat dinilai sangat penting dalam mendeteksi praktik-praktik serupa.

Pertamina pun membuka ruang pelaporan melalui Contact Center 135 bagi masyarakat yang menemukan indikasi penyimpangan distribusi BBM subsidi.

Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut