Dampak Konflik Timur Tengah, Harga Minyak Dunia Melonjak Hampir 20 Persen
LONDON, iNewsSumba.id – Konflik yang memanas di Timur Tengah mulai memberikan dampak nyata pada pasar energi global. Harga minyak mentah dunia melonjak tajam hingga hampir 20 persen dalam perdagangan akhir pekan.
Lonjakan ini dipicu oleh keputusan Iran yang memperketat lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz, jalur penting bagi distribusi minyak dan gas dunia.
Pada Minggu (8/3/2026), minyak mentah Brent tercatat naik hingga 108,68 dolar AS per barel, sementara minyak mentah WTI milik Amerika Serikat menyentuh 108 dolar AS per barel.
Kenaikan harga tersebut langsung memicu kekhawatiran di pasar energi global mengenai potensi gangguan pasokan minyak dunia.
Analis energi internasional menyebutkan, konflik geopolitik merupakan salah satu faktor paling sensitif yang memengaruhi harga minyak global.
“Ketika terjadi konflik di kawasan produsen energi utama, pasar akan langsung bereaksi karena risiko gangguan pasokan,” kata seorang analis pasar energi.
Situasi memanas setelah Iran menutup atau membatasi ketat arus kapal tanker dan kapal komersial di Selat Hormuz.
Langkah tersebut diambil menyusul serangan yang menurut Iran dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap wilayahnya pada 28 Februari lalu.
Akibat ketegangan itu, sejumlah produsen energi di Timur Tengah juga dilaporkan melakukan penyesuaian produksi minyak.
Jika konflik berlanjut, pasar energi dunia diperkirakan akan terus mengalami volatilitas harga dalam beberapa waktu ke depan.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu