get app
inews
Aa Text
Read Next : Defisit APBN Terancam Tembus 3,7 Persen, Pemerintah Pertimbangkan Kenaikan BBM

Harmoni Ramadan Waingapu: Buka Puasa di Paroki MBSM, Romo Budi Hibur Peserta dengan Saxophone

Jum'at, 06 Maret 2026 | 12:04 WIB
header img
Paroki MBSM, Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur gelar buka puasa bersama. RD Yakobus Lodo Mema, selaku Pastor Paroki MBSM dan Sekretaris Eksekutif Komisi HAK KWI RD Aloysius Budi Purnomo. tegaskan hukum kasih itu universal(Foto: Dion. Umbu Ana Lodu)

WAINGAPU, iNewsSumba.id-Suasana hangat dan penuh persaudaraan terasa di Aula Bintang Kejora, Paroki Maria Bunda Selalu Menolong (MBSM) Kambajawa, Kelurahan Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, NTT, Kamis (5/3/2026) petang.

Ratusan umat dari berbagai latar belakang agama berkumpul dalam kegiatan buka puasa bersama lintas iman, sebuah momentum yang mempertemukan umat Muslim dan Katolik dalam semangat kebersamaan.

Kegiatan ini dihadiri sejumlah tokoh agama, di antaranya Pastor Paroki MBSM RD Yakobus Lodo Mema atau Romo Jack, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumba Timur Haji Ilyas Ismail, serta Sekretaris Eksekutif Komisi HAK Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) RD Aloysius Budi Purnomo.

Pastor Paroki MBSM Kambajawa, Romo Jack, mengatakan kegiatan tersebut lahir dari kesadaran sederhana bahwa manusia pada hakikatnya adalah saudara.

Menurutnya, kebersamaan lintas iman seperti ini memiliki makna yang sangat mendalam bagi kehidupan masyarakat.

“Peristiwa keakraban ini ibarat kita menemukan mutiara atau emas di tengah kekeringan,” kata Romo Jack.

Ia menegaskan bahwa ajaran kasih dalam iman Kristiani tidak terbatas pada sesama umat Katolik, melainkan berlaku bagi semua manusia.

“Ajaran Yesus adalah kasih. Mengasihi manusia seperti diri sendiri, bukan hanya kepada orang Katolik saja tetapi kepada semua orang,” ujarnya.

Wakil Ketua MUI Sumba Timur, Haji Ilyas Ismail, mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai upaya menjaga keharmonisan masyarakat.

Menurutnya kegiatan ini lahir dari gagasan bersama antara tokoh Muslim dan Katolik di Waingapu.

“Kami mencoba membuat satu kegiatan untuk menyatukan umat dalam persaudaraan,” kata Ilyas.

Ia menambahkan bahwa buka puasa merupakan ibadah yang sakral bagi umat Islam.

Namun ketika dilakukan bersama saudara yang berbeda keyakinan, nilai kebersamaan menjadi semakin kuat.

“Walaupun makanannya sederhana, tetapi nilai ibadahnya sangat luar biasa,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan KWI, Romo Budi Purnomo, menilai kegiatan tersebut sebagai contoh nyata praktik kerukunan umat beragama di Indonesia.

“Apa yang dibuat di Paroki Maria Bunda Selalu Menolong ini menjadi best practices yang bisa kita wartakan bahwa persaudaraan sejati itu bisa diwujudkan,” katanya.

Menariknya, dalam suasana kebersamaan itu Romo Budi juga menghibur para peserta dengan memainkan saxophone.


Sekretaris Eksekutif Komisi HAK KWI RD Aloysius Budi Purnomo mainkan musik instrumental Sholawat Badar dalam acara buka puasa bersama di Aula Bintang Kejora, Paroki MBSM, Kota Waingapu, Sumba Timur(Foto: Dion. Umbu Ana Lodu)
 

Ia membawakan instrumental lagu “Indonesia Pusaka” yang disambut tepuk tangan para hadirin, sebelum kemudian melanjutkan permainan musik dengan alunan Sholawat Badar.

Momen tersebut semakin memperkuat suasana kebersamaan lintas iman yang terasa hangat di tengah masyarakat Waingapu.

Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut