get app
inews
Aa Text
Read Next : Api Lalap Atap Lobi Kambaniru Beach Hotel, Respons Cepat Polisi Cegah Kebakaran Meluas

Ibu Muda di Sorong Tewas Ditikam, Sempat Terima Ancaman

Senin, 19 Januari 2026 | 10:56 WIB
header img
TKP penikaman ibu muda di Sorong-(Foto: Istimewa).

SORONG, iNewsSumba.id – Kasus penikaman ibu muda di Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, mengejutkan publik. Seorang ibu rumah tangga, Cristina Ewit Syufi (22), tewas setelah ditikam tepat di depan gerbang Gereja Katolik Paroki Santo Bernadus, Jalan Sawi Malawele, Minggu (18/1/2026) pagi.

Peristiwa berdarah itu terjadi sesaat setelah misa pagi dimulai. Korban baru saja turun dari kendaraan dan melangkah menuju pintu gereja ketika seorang pria tiba-tiba menyerangnya dengan senjata tajam.

Aksi brutal tersebut terekam kamera warga dan menyebar luas di media sosial. Dalam rekaman itu, korban terlihat terjatuh bersimbah darah di halaman gereja, memicu kepanikan jemaat yang berada di lokasi.

Sejumlah jemaat berusaha memberikan pertolongan pertama sebelum korban dievakuasi ke rumah sakit terdekat. Namun, luka tusuk yang dialami Cristina terlalu parah sehingga nyawanya tidak tertolong.

Polres Sorong bergerak cepat dengan mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Polisi memasang garis polisi dan mengumpulkan keterangan dari saksi mata guna mengungkap pelaku penikaman.

Hingga Senin (19/1/2026), kepolisian belum merilis identitas resmi pelaku. Aparat menyatakan masih mendalami kasus ini dengan mengedepankan asas praduga tak bersalah.

Di sisi lain, keluarga korban mengungkap fakta mengejutkan. Kakak kandung korban, Maria Syufi, menyebut adiknya telah lama menerima ancaman sebelum tragedi itu terjadi.

“Kami minta polisi dalam waktu 1x24 jam sudah bisa menangkap pelaku. Ini bukan peristiwa spontan. Sudah ada ancaman-ancaman sebelumnya,” kata Maria.

Keluarga menduga pelaku adalah mantan suami korban berinisial Maximus Sasior. Sejak berpisah, korban disebut kerap diintimidasi akibat persoalan rumah tangga.

“Almarhum sering cerita bahwa dia diancam. Bahkan kakak dari pelaku sendiri mengakui hal itu kepada kami,” ujarnya.

Kasus ini menambah daftar panjang kekerasan terhadap perempuan di Papua Barat Daya. Keluarga berharap penegakan hukum berjalan tegas agar keadilan bagi korban benar-benar terwujud.

Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut