Investasi Bodong Golden Crown, Ternyata Dalangnya dan Korbannya Guru ASN
Pada periode awal, aplikasi Golden Crown masih bisa diakses melalui ponsel. Namun, sejak 28 November 2025, seluruh fitur aplikasi mendadak hilang dan tidak bisa dibuka sama sekali. Kondisi ini membuat para investor lokal mulai panik dan menyadari bahwa mereka telah terjebak investasi ilegal.
“Kerugian dari semua anggota yang direkrut di TTU mencapai ratusan juta rupiah,” tutur J dengan nada kecewa. Beberapa korban lain bahkan mengalami kerugian di atas Rp80 juta karena ikut menyetor pada skema lain yang juga diduga dikendalikan DML.
Investigasi lapangan menemukan bahwa DML bukan pemain baru dalam kasus serupa. Nama pria ini sebelumnya pernah dikaitkan dengan beberapa investasi bodong yang sempat meresahkan warga TTU, mulai dari VCCP, HS SPORT, hingga skema lain yang menawarkan imbal hasil tidak masuk akal.
Modusnya nyaris selalu sama: merekrut rekan dekat, mengumpulkan dana dalam jumlah besar, lalu aplikasi investasi hilang tak dapat diakses. Pola ini memperkuat dugaan bahwa kasus Golden Crown hanya satu dari rangkaian praktik penipuan berulang.
Warga berharap kepolisian segera turun tangan agar korban tidak semakin bertambah. “Kami ingin kasus ini diusut tuntas. Jangan sampai semakin banyak guru dan masyarakat lainnya yang tertipu,” ujar salah satu tokoh masyarakat di Kefamenanu.
Hingga berita ini ditayangkan, DML belum memberikan klarifikasi atau tanggapan terkait tuduhan ini. Sementara pihak berwajib masih menghimpun informasi dan bukti-bukti dari para korban.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu