Logo Network
Network

Resmikan SPAM Kali Dendeng, Presiden Jokowi Sebut 7 Bendungan Baru Solusi Persoalan Air di NTT

Emi Maunmuti
.
Rabu, 06 Desember 2023 | 18:48 WIB
Resmikan SPAM Kali Dendeng, Presiden Jokowi Sebut 7 Bendungan Baru Solusi Persoalan Air di NTT
Presiden Jokowi saat meresmikan penggunaan SPAM Kali Dendeng Kota Kupang. Foto : iNewsSumba.id/Emi Maunmuti

KUPANG,iNewsSumba.id- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan sebanyak 7 bendungan yang dibangun di seluruh NTT merupakan solusi dari permasalahan air yang masih menghimpit warga di NTT. Hal ini disampaikannya saat meresmikan penggunaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kali Dendeng yang terletak di Kelurahan Manutapen, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Rabu (6/12/2023) lalu.

"Berkaitan dengan air, sudah ada 7 waduk yang sudah selesai dibangun dan akan segera selesai, dan ini juga akan memberikan efek yang luar biasa pada produksi produktivitas pertanian sawah yang ada di NTT, dan untuk membantu kebutuhan air masyarakat NTT," tandas Jokowi.

Data yang dihimpun iNews.id, ketujuh bendungan yang dibangun itu merupakan bagian dari 49 bendungan baru yang diprogramkan pada masa pemerintahan Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla.

Adapun biaya pembangunan 7 bendungan itu mencapai Rp5,9 triliun. Bendungan itu tersebar di NTT masing – masing 4 bendungan di Pulau Timor yakni Bendungan Raknamo, Rotiklot, Manikin, dan Kolhua. Sedangkan tiga lainnya berada di Pulau Flores yakni Bendungan Napun Gete, Temef dan Mbay.

Dari 7 bendungan itu, satu bendungan telah selesai yaitu Raknamo. Sedangkan, 3 bendungan dalam tahap konstruksi, yaitu Rotiklot, Napun Gete dan Temef, dan 3 bendungan lainnya dalam tahap perencanaan dan persiapan yaitu Mbay, Manikin dan Kolhua.

Presiden Jokowi saat itu didampingi Menteri PUPR, Mochamad Basuki Hadimoeljono, Pj. Gubernur NTT, Ayodhia Kalake dan Penjabat Walikota Kupang, Fahrensy Funay.

Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu

Follow Berita iNews Sumba di Google News

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.