Di Pulau Sumba, tim ESDM melalui Pusat Sumber Daya Mineral Batu Bara dan Panas Bumi melakukan uji petik mineral logam di sejumlah titik. Lokasi yang disebutkan meliputi Desa Wanggameti, Kecamatan Matawai La Pawu, Kabupaten Sumba Timur, serta kawasan Tana Daru di Kabupaten Sumba Tengah.
Kegiatan tersebut merupakan survei pendahuluan untuk mengumpulkan informasi mengenai kondisi geologi dan indikasi mineral. Tim mengambil sampel batuan di permukaan tanah yang selanjutnya akan diuji di laboratorium.
Bayu menegaskan, kegiatan uji petik belum cukup untuk memastikan apakah suatu wilayah memiliki kandungan mineral yang dapat dikembangkan menjadi kegiatan pertambangan.
“Kalau saya lihat secara geologi saja, saya juga belum berani memastikan, kecuali kalau sudah keluar hasil-hasil laboratorium. Saya berbicara by data, bukan by mata saya,” ungkapnya.
Menurut Bayu, penyelidikan mineral memiliki sejumlah tahapan, mulai dari uji petik, tinjau, prospeksi, hingga eksplorasi. Setiap tahapan mempunyai tingkat kedalaman penyelidikan dan kebutuhan data yang berbeda.
Penentuan lokasi survei juga didasarkan pada informasi geologi, termasuk keberadaan sabuk metalogeni. Namun, tidak semua wilayah yang berada dalam sabuk tersebut otomatis memiliki kandungan mineral yang bernilai ekonomis untuk ditambang.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu
Artikel Terkait
