Antrean panjang juga diwarnai kehadiran sejumlah pengecer yang menggunakan kendaraan bertangki besar. Keberadaan mereka kemudian menjadi sorotan karena sebagian masyarakat menduga pembelian dalam jumlah besar ikut memengaruhi ketersediaan BBM bagi konsumen lain.
Namun, keterlibatan pengecer dalam antrean tidak serta-merta membuktikan bahwa mereka merupakan penyebab utama kesulitan BBM. Persoalan ini perlu ditelusuri dengan melihat jumlah pasokan, pola distribusi, volume pembelian, serta pengawasan penyaluran BBM.
Di tingkat pengecer, Pertalite dilaporkan dijual sekitar Rp20.000 per botol bekas air mineral berisi kurang lebih 1,5 liter. Sementara solar dijual sekitar Rp65.000 hingga Rp75.000 per jeriken berkapasitas lima liter.
Masyarakat berharap ada kejelasan dari pihak terkait mengenai pembatasan pasokan dan langkah penanganannya. Kepastian distribusi dinilai penting agar antrean tidak terus berulang dan kebutuhan BBM warga Waingapu dapat terpenuhi secara lebih tertib.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu
Artikel Terkait
