LABUAN BAJO, iNewsSumba.id – Tim SAR Gabungan menemukan serpihan material kapal wisata KM Feronia di Perairan Batu Bolong, kawasan Taman Nasional Komodo (TNK), Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (14/10/2026). Temuan ini menjadi petunjuk baru dalam operasi pencarian seorang Dive Master perempuan berinisial VBJ (23) yang masih dinyatakan hilang setelah kapal tersebut terbalik dan tenggelam.
Dikutip dari Tribrata News Manggarai barat disebutkan, material yang ditemukan berupa satu buah bantal sofa dan dampra atau pelindung benturan kapal. Kedua benda tersebut ditemukan mengapung sekitar pukul 12.10 WITA ketika Tim SAR Gabungan memperluas penyisiran di sejumlah perairan sekitar lokasi kecelakaan.
Kepala Satuan Polairud Polres Manggarai Barat, IPTU Leonardo Marpaung, mengatakan serpihan kapal itu menjadi salah satu petunjuk penting untuk membantu tim memperkirakan pergerakan material yang terlepas dari kapal.
"Tim SAR Gabungan menemukan barang bukti serpihan berupa bantal sofa dan dampra milik KM Feronia terapung di Perairan Batu Bolong sekitar pukul 12.10 WITA. Ini mengindikasikan pola sebaran material akibat arus bawah laut mengarah ke selatan atau barat daya dari titik awal kejadian (TKP)," ujar Leonardo, Rabu malam.
Temuan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi tim untuk menentukan wilayah yang perlu mendapat perhatian lebih dalam operasi pencarian. Meski demikian, keberadaan serpihan kapal belum memastikan posisi bangkai KM Feronia maupun lokasi korban yang masih hilang.
Pada hari kedua pencarian, tim memperluas penyisiran permukaan ke empat sektor utama, yakni Perairan Siaba, Tatawa, Batu Bolong, dan Taka Makassar. Penyisiran dilakukan menggunakan armada perahu cepat serta Rigid Inflatable Boat (RIB) untuk menjangkau area pencarian yang lebih luas.
Selain pencarian di permukaan, operasi juga melibatkan penyelam yang diturunkan ke sejumlah titik yang dinilai strategis. Upaya ini dilakukan untuk mencari kemungkinan keberadaan bangkai kapal sekaligus menemukan korban yang belum berhasil dievakuasi sejak insiden terjadi.
Tim SAR Gabungan telah melaksanakan empat sesi penyelaman pada Rabu. Lokasi penyelaman meliputi Perairan Batu Bolong, celah perairan antara Pulau Mawan dan Batu Bolong, perbatasan Manta Point, serta perairan antara Pulau Mawan dan Tatawa Kecil.
Namun, hingga sesi penyelaman terakhir berakhir sekitar pukul 16.00 WITA, keberadaan bangkai kapal dan VBJ belum ditemukan. Kondisi arus bawah laut yang kuat serta perubahan arah arus secara mendadak menjadi tantangan dalam pelaksanaan operasi.
Menurut Leonardo, kondisi tersebut membuat tim harus memperhitungkan keselamatan personel sekaligus menyesuaikan metode pencarian dengan keadaan perairan.
"Hambatan utama di lapangan adalah kontur arus bawah laut yang sangat kuat dan sering berubah arah secara mendadak (underwater turbulence), serta jarak pandang penyelaman (visibility) yang terbatas pada kedalaman tertentu," papar Leonardo.
VBJ merupakan Dive Master kelahiran Jakarta yang berdomisili di Labuan Bajo. Berdasarkan informasi awal, korban diduga terjebak di dalam toilet sisi kiri kapal ketika KM Feronia mengalami kecelakaan pada Selasa (13/10/2026).
Kapal wisata jenis open deck diving dengan tonase GT 51 itu dilaporkan terbalik dan tenggelam setelah kehilangan kendali akibat pusaran arus laut. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.30 WITA di Perairan Tatawa Besar, kawasan Taman Nasional Komodo.
Sementara itu, nakhoda, kepala kamar mesin, tiga anak buah kapal, dan tiga wisatawan asing yang terluka telah berhasil dievakuasi pada hari pertama. Korban yang selamat tersebut telah mendapatkan penanganan medis.
Pada Rabu malam, seluruh unsur SAR Gabungan menggelar evaluasi teknis di Posko SAR Waterfront Labuan Bajo. Pertemuan tersebut membahas pemetaan ulang koordinat pencarian, pembagian tim penyelam, serta penyesuaian strategi berdasarkan kondisi arus laut.
Operasi pencarian hari ketiga dijadwalkan berlangsung pada Kamis (15/10/2026) mulai pukul 09.00 WITA dengan perluasan jangkauan ke perairan selatan Taman Nasional Komodo. Tim berharap temuan serpihan kapal dapat membantu mengarahkan penyisiran berikutnya untuk menemukan VBJ.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu
Artikel Terkait
