Meski demikian, keterangan berbeda disampaikan sejumlah siswa dan orang tua yang ditemui secara terpisah. Salah seorang siswa mengaku mengetahui adanya kejadian yang disebut sebagai kerasukan atau kesurupan.
“Kalau kerasukan atau kesurupan itu benar Pak. dan tidak hanya satu kali atau pada satu orang. Ada beberapa siswa bahkan guru juga kena,” ungkap seorang siswa.
Siswa lainnya juga membenarkan adanya kejadian tersebut. Namun, menurut dia, peristiwa itu tidak membuat KBM berhenti karena guru tetap memberikan penguatan kepada siswa.
“Benar Pak, tidak hanya satu orang yang alami. Tapi yaaa kami tetap saja ke sekolah karena kami dikuatkan dan diyakinkan oleh para guru bahwa hal seperti itu tidak perlu terlalu dipikirkan tapi minta kami lebih focus saja dengan pelajaran. jadi memang KBM berjalan seperti biasannya,” timpal seorang siswa lainnya.
Keterangan mengenai kekhawatiran juga datang dari orang tua siswa. Salah seorang orang tua mengaku sempat melarang anaknya pergi ke sekolah setelah informasi mengenai kejadian tersebut viral dan dibagikan melalui grup WhatsApp orang tua siswa.
“Saya sempat larang anak saya ke sekolah ketika peristiwa itu viral dan dibagikan ke group WA orang tua siswa. Namun kemudian setelah lebih yakin akan tidak ada peristiwa serupa barulah saya kasih izin anak bersekolah lagi,” jelas salah satu orang tua siswa.
Saat ini SMAN 1 Waingapu melayani 1.069 siswa yang tersebar dalam 30 rombongan belajar. Pihak sekolah menegaskan KBM tetap berlangsung, sementara keterangan sejumlah siswa dan orang tua menunjukkan bahwa informasi mengenai kejadian tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran di lingkungan sekolah.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu
Artikel Terkait
