Belum Genap Dua Bulan, Kapolres Sumba Timur AKBP Hery Cahyadi Dimutasi ke Papua

Dion. Umbu Ana Lodu
AKBP I Kadek Hery Cahyadi belum dua bulan bertugas sebagai Kapolres Sumba Timur dimutasi menjadi Kapolres Asmat, di lingkup Polda Papua (Foto: istimewa)

JAKARTA, iNewsSumba.id - Mutasi besar-besaran di tubuh Polri kembali membawa perubahan di jajaran kepolisian Nusa Tenggara Timur (NTT). Salah satu yang cukup mengejutkan terjadi di Polres Sumba Timur, karena AKBP Dr. I Kadek Hery Cahyadi harus meninggalkan jabatan Kapolres meski belum genap dua bulan menjabat.

Mutasi tersebut merupakan bagian dari kebijakan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang melakukan rotasi terhadap 424 Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen) Polri pada 30 Agustus 2026.

Nama AKBP  Kadek Hery Cahyadi tercantum dalam daftar mutasi tersebut. Ia mendapat penugasan baru sebagai Kapolres Asmat, Polda Papua, menggantikan AKBP Wahyu Basuki yang dimutasi menjadi Wadir Reskrimum Polda Papua.

Perubahan ini membuat posisi Kapolres Sumba Timur kembali berganti dalam waktu relatif singkat. Hery Cahyadi sendiri baru resmi menjabat setelah serah terima jabatan yang dilaksanakan pada awal Juli 2026.

Saat itu, Hery Cahyadi menggantikan AKBP Gede Harimbawan yang kemudian dipercaya menjadi Kapolres Ngada. Sementara AKBP Andrey Valentino yang sebelumnya menjabat Kapolres Ngada mendapat tugas baru sebagai Wadir Reskrimsus Polda NTT.

Dalam mutasi terbaru ini, posisi Kapolres Sumba Timur selanjutnya dipercayakan kepada AKBP Nanang Wahyudi. Sebelumnya, Nanang Wahyudi menjabat sebagai Kapolres Lembata.

Sementara kursi Kapolres Lembata akan ditempati AKBP Henman Limbong yang sebelumnya menjabat Kasubbid Paminal Bid Propam Polda NTT.

Pergantian beruntun tersebut membuat jajaran kepolisian di dua kabupaten di NTT sekaligus mengalami penyegaran kepemimpinan. Mutasi juga menempatkan sejumlah pejabat dengan latar belakang tugas berbeda pada posisi baru.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan rotasi tersebut merupakan bagian dari dinamika organisasi sekaligus pengembangan karier anggota Polri.

"Mutasi dan rotasi merupakan bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan karier personel. Penempatan pada jabatan baru tentunya telah disesuaikan dengan kebutuhan organisasi, kompetensi, serta tantangan tugas yang dihadapi," kata Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir dalam keterangannya di Jakarta, Senin (31/8/2026).

Johnny menambahkan, pejabat yang memperoleh penugasan baru diharapkan mampu segera beradaptasi dengan lingkungan kerja dan melanjutkan program yang telah berjalan.

"Setiap jabatan merupakan amanah dan tanggung jawab. Kami berharap para pejabat yang mendapat penugasan baru dapat segera beradaptasi, melanjutkan program yang sudah berjalan, serta meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat," ujarnya.

Ia menegaskan penyegaran organisasi tersebut diharapkan tidak mengganggu kesinambungan pelayanan kepolisian kepada masyarakat.

"Pada prinsipnya, seluruh proses mutasi ini merupakan bagian dari upaya organisasi untuk terus meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas, memperkuat kepemimpinan, dan memberikan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat," ujarnya.

Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network