Bagi warga yang berada di tengah situasi bencana, komunikasi memiliki arti yang jauh lebih besar dibanding sekadar tersedianya jaringan. Satu pesan singkat bisa menjadi penanda bahwa seseorang masih selamat dan berada dalam kondisi aman.
Pesan seperti “Kami selamat”, “Kami ada di sini”, atau “Jangan khawatir” menjadi kabar yang sangat dinantikan keluarga. Karena itu, pemulihan komunikasi menjadi bagian penting dalam penanganan kondisi pascabencana.
Langkah Bripka Gerson juga menunjukkan bahwa penanganan bencana tidak selalu dilakukan melalui bantuan berupa makanan, obat-obatan maupun kebutuhan dasar lainnya. Akses informasi dan komunikasi turut menjadi kebutuhan masyarakat yang harus diperhatikan.
Dengan membawa perangkat komunikasi menuju lokasi terdampak, personel Polres Manggarai Timur berupaya mendekatkan layanan kepada warga. Keterbatasan medan tidak menjadi alasan untuk menunda upaya penyambungan komunikasi.
Bagi masyarakat terdampak gempa Flores, hadirnya kembali akses komunikasi memberikan ruang untuk menyampaikan kabar sekaligus mengurangi kekhawatiran keluarga yang berada jauh dari lokasi bencana.
Dari Ronting, Desa Santar Kampas, upaya itu menjadi gambaran bahwa pemulihan pascabencana juga membutuhkan keberanian untuk menjangkau titik-titik yang sulit.
Sebab dalam situasi bencana, komunikasi bukan sekadar persoalan sinyal. Ketika sebuah pesan berhasil terkirim, di saat yang sama ada harapan yang kembali tersambung.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu
Artikel Terkait
