KUPANG, iNewsSumba.id — Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Kupang mengerahkan KN. SAR Antareja 233 Kupang menuju Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Selasa (18/8/2026). Pengerahan kapal ini dilakukan untuk mendukung operasi pencarian dan pertolongan serta penanganan dampak gempa bumi di Pulau Flores.
Pergerakan KN. SAR Antareja 233 dimulai pada Selasa dini hari pukul 00.45 WITA. Kapal tersebut bertolak dari Kupang dengan membawa personel dan berbagai perlengkapan yang akan digunakan untuk mendukung penanganan bencana gempa bumi di wilayah Flores.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang Mexianus Bekabel mengatakan, KN. SAR Antareja 233 menempuh perjalanan sekitar 290 nautical mile (NM) menuju Labuan Bajo.
Dalam perjalanan tersebut, kapal bergerak dengan kecepatan rata-rata 14 knot. Perjalanan ini menjadi bagian dari dukungan unsur Basarnas dalam memperkuat operasi kemanusiaan di wilayah terdampak gempa bumi.
“Pengerahan KN. SAR Antareja 233 merupakan bentuk kesiapsiagaan dan komitmen Basarnas dalam memberikan dukungan terhadap penanganan bencana gempa bumi di wilayah Pulau Flores,” kata Mexianus.
Sebanyak 56 orang tergabung dalam pergerakan KN. SAR Antareja 233 Kupang. Mereka terdiri dari berbagai unsur yang disiapkan untuk mendukung kebutuhan operasi di lapangan.
Dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang terdapat 15 personel yang terdiri atas rescuer dan anak buah kapal (ABK). Selain itu, sebanyak 36 personel Yonif TP 929/MMM Brigif 21/Komodo Soe, Timor Tengah Selatan, turut dalam pergerakan tersebut.
Dukungan juga datang dari tenaga kesehatan. Sebanyak empat tenaga kesehatan dari Yayasan D. Asadoma ikut bergabung dalam perjalanan menuju Labuan Bajo.
Selain unsur SAR dan kesehatan, satu orang awak media dari Detik.com juga berada dalam rombongan. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan dukungan lintas sektor dalam penanganan dampak gempa bumi di Pulau Flores.
KN. SAR Antareja 233 juga membawa sejumlah perlengkapan pendukung, mulai dari obat-obatan dan perlengkapan medis hingga logistik serta pakaian. Bantuan tersebut disiapkan untuk didistribusikan kepada korban gempa bumi.
Mexianus menegaskan seluruh personel dan unsur pendukung akan terus berkoordinasi selama pelaksanaan tugas. Koordinasi dilakukan untuk memastikan operasi pencarian dan pertolongan serta penanganan bencana berjalan aman, efektif, dan terarah.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu
Artikel Terkait
