KUPANG, iNewsSumba.id— Direktorat PPA-PPO Polda NTT terus mendalami dugaan jaringan perdagangan orang internasional setelah berhasil menyelamatkan seorang perempuan asal Timor Tengah Selatan dari Serawak, Malaysia.
Korban bernama Yunita Olia Lasa diduga menjadi korban perdagangan manusia setelah direkrut dengan modus tawaran pekerjaan.
Direktur PPA-PPO Polda NTT, Nova Irone Surentu mengatakan pihaknya kini memburu pihak perekrut yang diduga menjadi bagian dari jaringan TPPO lintas negara.
“Penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap pihak perekrut dan jaringan yang terlibat,” katanya dikutip dari Tribrata News NTT.
Korban sebelumnya diberangkatkan dari TTS menuju Kupang lalu diterbangkan ke Jakarta.
Alih-alih bekerja di Jakarta, korban justru dibawa menuju Kalimantan sebelum dikirim ke Malaysia melalui jalur ilegal. Di Malaysia, korban diduga mengalami eksploitasi dan intimidasi. Telepon genggam serta dokumen identitas korban dirampas.
Korban bahkan tidak bebas berkomunikasi dengan keluarga selama berada di Malaysia. Dalam kondisi tertekan, korban bersama keluarganya kemudian meminta bantuan kepada Ditres PPA-PPO Polda NTT.
Koordinasi lintas negara dilakukan bersama KBRI Kuala Lumpur, KJRI Serawak dan Divhubinter Polri. Setelah proses pencarian dan komunikasi intensif, korban akhirnya berhasil diamankan pada Senin (18/5/2026).
“Korban saat ini berada di shelter KBRI Serawak sambil menunggu proses pemulangan,” jelas Nova.
Kasus ini kembali menyoroti maraknya praktik perdagangan orang yang menyasar masyarakat di daerah dengan kondisi ekonomi terbatas. Polda NTT meminta masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran kerja dengan proses cepat tanpa dokumen resmi dan kontrak kerja yang jelas.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu
Artikel Terkait
