Selain itu, polisi juga meminta pengelola SPBUN tetap menjaga ketertiban antrean kendaraan masyarakat umum agar pelayanan tidak terganggu.
“Utamakan dulu pelayanan untuk kendaraan roda dua dan roda empat yang mengantre, baru kemudian pengisian jeriken yang sudah dilengkapi dokumen resmi,” tambahnya.
Tidak hanya fokus pada distribusi BBM, patroli dialogis ini juga dimanfaatkan aparat untuk memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kelestarian laut.
Nelayan diingatkan agar tidak menggunakan alat tangkap ilegal yang dapat merusak ekosistem perairan Labuan Bajo.
Kegiatan patroli kemudian ditutup di kawasan Kampung Warloka dengan penyampaian imbauan terkait kelengkapan izin kapal dan larangan destructive fishing.
Sat Polairud berharap pengawasan rutin ini dapat menjaga stabilitas keamanan laut sekaligus memastikan subsidi pemerintah benar-benar dinikmati masyarakat nelayan kecil.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu
Artikel Terkait
