JAKARTA, iNewsSumba.id– Di tengah prediksi yang mulai menguat, satu pintu keputusan masih belum terbuka: sidang isbat pemerintah. Lembaga Falakiyah PBNU menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menetapkan awal Syawal secara sepihak, meskipun data astronomi sudah memberikan gambaran kuat.
“Penetapan awal Syawal tetap menunggu hasil sidang isbat pemerintah,” demikian pernyataan resmi LF PBNU.
Bagi Nahdlatul Ulama, keputusan pemerintah merupakan rujukan penting dalam menjaga kesatuan umat.
Ketua LF PBNU, KH Sirril Wafa, menjelaskan bahwa hasil rukyat akan menjadi bahan pertimbangan dalam forum tersebut.
Namun, jika hilal tidak terlihat, PBNU akan mendorong pemerintah untuk menetapkan istikmal Ramadan.
“Apabila hilal tidak terlihat, maka kami mendorong istikmal sehingga 1 Syawal berpotensi jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026,” ujarnya.
Pengamatan sendiri dilakukan secara luas, melibatkan jaringan LFNU di berbagai daerah dengan metode manual hingga penggunaan alat optik modern.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu
