Kupang, iNewsSumba.id – Aktivitas pengiriman sapi dari Nusa Tenggara Timur ke luar daerah kembali terganggu. Cuaca ekstrem yang dipicu bibit siklon tropis membuat distribusi ternak tertahan selama sepekan terakhir.
Ketua HP2SK NTT, Tono Sufari Sutami, mengatakan gelombang tinggi di perairan selatan Indonesia membuat kapal pengangkut sapi tidak dapat berlayar.
“Cuaca buruk memang sangat mempengaruhi pengiriman sapi,” ujar Tono, Selasa (20/1/2026).
Ia menambahkan, kondisi tersebut sudah menjadi risiko tahunan yang dihadapi pengusaha peternakan di NTT.
Sebagai langkah antisipasi, para pengusaha telah menyiapkan pakan lebih banyak serta melakukan pemeriksaan kesehatan ternak secara berkala.
“Walau kapal tertunda, sapi yang kami kirim tetap sehat,” katanya.
Saat ini, empat kapal tol laut pengangkut sapi masih tertahan di Pelabuhan Tenau, Kupang.
Tono menyebut, seluruh anggota HP2SK berharap cuaca segera membaik agar sapi-sapi di karantina bisa segera dikirim.
“Kalau terlalu lama tertahan, biaya operasional akan terus naik,” ujarnya.
Ia mengaku optimistis cuaca akan berangsur membaik mulai 21 Januari 2026 sesuai prakiraan.
“Mudah-mudahan pengiriman bisa kembali normal,” pungkas Tono.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu
Artikel Terkait
