Namun tanpa kebijakan yang tepat, potensi tersebut berisiko tidak memberikan dampak signifikan bagi kemajuan bangsa.
Karena itu, LPDP dirancang bukan sekadar bantuan pendidikan, tetapi strategi jangka panjang negara.
“Negara harus hadir dalam setiap langkah anak bangsa yang ingin maju,” ujar Brian.
Di luar LPDP, pemerintah juga terus memperkuat program Kartu Indonesia Pintar Kuliah.
Lebih dari 1,1 juta mahasiswa aktif saat ini menikmati pembiayaan penuh dari negara.
Anggaran KIP-K mencapai Rp16 triliun per tahun dan menjadi bukti komitmen pemerintah terhadap pemerataan pendidikan tinggi.
Brian menegaskan, kombinasi LPDP dan KIP-K adalah fondasi penting menuju Indonesia yang berdaya saing dan berkeadilan.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu
Artikel Terkait
