JAKARTA, iNewsSumba.id — Perjalanan udara dari Palembang menuju Jakarta pada Selasa, 6 Januari 2026, mendadak menjadi panggung terbongkarnya identitas palsu seorang wanita yang tampil bak pramugari profesional. Wanita bernama Khairun Nisa atau Nisya ini terciduk sebagai pramugari gadungan saat berada di dalam pesawat Batik Air.
Insiden bermula ketika cabin crew menyadari keberadaan seseorang yang mengenakan seragam identik dengan maskapai mereka, namun tidak tercatat sebagai kru. Kehadiran orang asing dengan seragam resmi di kabin pesawat tentu bukan hal sepele di dunia aviasi yang menjunjung tinggi keamanan.
“Dalam penerbangan, setiap kru memiliki manifest jelas dan sistem keamanan berlapis. Orang yang tidak terdaftar otomatis mencurigakan,” ujar seorang petugas keamanan bandara.
Curiga dengan keberadaannya, kru kemudian melakukan interaksi standar. Namun dari jawaban yang diberikan Nisya, ada celah besar yang sulit diterima secara profesional. Gestur dan pengetahuan teknis penerbangan yang terbatas semakin memperkuat dugaan bahwa ia bukan kru asli.
Setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, petugas membawa Nisya ke ruang pemeriksaan. Di situlah fakta sesungguhnya terbongkar. ID pramugari yang ia tunjukkan sudah tidak berlaku dan ternyata tidak benar-benar mewakili status profesinya.
“Ada kejanggalan dari ID yang dibawa. Sistem kami tidak mengenali identitasnya sebagai bagian dari kru aktif,” jelas salah satu petugas maskapai.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu
Artikel Terkait
