WAIKABUBAK, iNewsSumba.id- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumba Barat, NTT akhirnya memberikan kepastian jumlah rumah adat yang terbakar di Kampung Waruwora, Desa Patiala Bawa, Kecamatan Lamboya, bukan lagi 26 seperti diberitakan sebelumnya. Data final menyebutkan 28 rumah adat hangus dilalap api pada Jumat (5/12/2025) sekitar pukul 16.00 Wita.
Kebakaran besar itu membuat warga Kampung Waruwora (Sebelumnya diberitakan Kampung Yaruwora, -red) panik. Dalam hitungan menit, kepulan asap membumbung dari satu rumah adat dan menjalar ke bangunan lainnya yang tersusun rapat. Warga berhamburan menyelamatkan diri sambil menggendong anak, membawa barang seadanya, dan berteriak memanggil kerabat mereka.
Kepala Pelaksana BPBD Sumba Barat, Antonius S. Kabba, menyatakan bahwa salah satu rumah adat juga terpaksa dibongkar untuk mencegah api merembet ke area yang lebih luas. “Jumlah rumah yang terbakar 28 buah dan 1 rumah dibongkar,” ungkapnya.
Material bangunan yang mayoritas kayu, bambu, dan ilalang menjadi pemicu cepatnya api membesar. Angin sore dari arah perbukitan Lamboya membuat si jago merah bergerak liar, menyulitkan warga dan aparat desa yang berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya.
Meski api melalap seluruh area inti kampung adat, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun kerugian material diperkirakan sangat besar karena rumah adat di Waruwora tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai pusat penyimpanan benda-benda adat.
Hingga malam, BPBD bersama pemerintah daerah masih melakukan pendataan lanjutan dan membuka pos darurat bagi warga terdampak. Tim gabungan juga menelusuri titik awal api yang dilaporkan muncul dari salah satu rumah adat.
Kebakaran ini menjadi pukulan berat bagi masyarakat adat Waruwora yang selama ini menjaga warisan leluhur mereka dengan ketat. Pemerintah daerah menegaskan bahwa pemulihan akan menjadi prioritas setelah pendataan rampung.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu
Artikel Terkait
