get app
inews
Aa Text
Read Next : 103 Orang Tewas Akibat Gempa NTT, Manggarai Jadi Daerah dengan Korban Terbanyak

Prabowo Bongkar Alasan Tak Langsung Datang ke Flores Usai Gempa M7,7: Saya Beri Ruang untuk Petugas

Rabu, 26 Agustus 2026 | 16:05 WIB
header img
Prisiden Prabowo Subianto saat rapat dengan Guernur NTT dan instansi terkait sehubungan dnegan penanganan pascagempa Flores di Nagekeo (Foto: Setpres)

MBAY, iNewsSumba.id - Presiden Prabowo Subianto akhirnya datang langsung ke Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (26/8/2026). Kunjungan tersebut dilakukan di tengah proses penanganan gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026.

Namun, kedatangan Prabowo ke wilayah terdampak gempa ini justru disertai penjelasan mengenai alasan dirinya tidak langsung turun ke Flores setelah bencana terjadi.

Prabowo menyampaikan alasan tersebut ketika memimpin rapat koordinasi penanganan bencana di lokasi pengungsian, Markas Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) 834/Wakanga Mere, Desa Tonggurambang, Kecamatan Mbay, Nagekeo.

Menurut Prabowo, sejak awal dirinya memang sengaja tidak langsung datang ke lokasi bencana. Keputusan itu diambil agar instansi yang sudah berada di lapangan bisa bekerja lebih leluasa melayani masyarakat.

“Menang sengaja di awal – awal saya tidak mau datang, karena saya memberi kesempatan kepada semua instansi melayani rakyat, lansung,” ujar Prabowo.

Prabowo menilai, kehadiran terlalu banyak pejabat dari pemerintah pusat pada masa awal bencana berpotensi menambah pekerjaan bagi pemerintah daerah dan petugas di lapangan.

Salah satunya, pejabat daerah terkadang harus mengalokasikan waktu untuk menjemput dan mendampingi pejabat pusat yang datang ke wilayah bencana.

“Pejabat daerah harus menjemput dan sebagainya. Itu kadang – kadang kecenderungan bisa mengalihkan fokus,” kata Prabowo.

Bagi Prabowo, prioritas pemerintah pusat dalam fase awal bencana bukan sekadar kehadiran pejabat, melainkan memastikan pelayanan serta bantuan bergerak cepat menuju masyarakat terdampak.

“Menurut Prabowo yang paling penting yang dilakukan dari pusat adalah menggerahkan pelayan dan bantuan. Itu yang paling penting,” tegasnya.

Dalam rapat koordinasi itu, Prabowo juga menerima laporan mengenai perkembangan penanganan gempa Flores. Data BNPB menunjukkan korban meninggal dunia telah mencapai 105 orang, sementara 1.678 orang mengalami luka-luka.

Hingga kini, sebanyak 179.037 warga masih mengungsi dan 81.436 rumah dilaporkan mengalami kerusakan. Kerusakan juga tercatat pada 1.951 fasilitas umum, termasuk sekolah, tempat ibadah dan kantor pemerintahan.

Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut